Bupati Hj Sri Juniarsih Menyatu Bersama Warga, Ikhtiar Doa Bersama
Bupati: Jangan Hanya Memohon Hujan Tapi Juga Memperbaiki Diri
Di bawah langit yang masih terik, Bupati Berau Hj Sri Juniarsih berdiri menyatu di tengah ribuan warga yang berkumpul di Lapangan GOR Jalan Pemuda, pada Minggu (30/8/2026). Shalat istisqa ini sebagai wujud kepedulian dan doa tulus Bupati bersama segenap elemen masyarakat, memohon rahmat hujan penyejuk bagi tanah di Bumi Batiwakkal yang tengah dilanda kemarau berkepanjangan.
Hadir pula Wakil Bupati H. Gamalis, Kapolres Berau AKBP Ridho Tri Putranto, serta Dandim 0902/Berau Letkol Inf. Muhammad Faisal Idris. Shalat dipimpin oleh KH Burhanuddin Harahap, dengan khutbah disampaikan oleh Ustadz Jamiruddin.
Usai melaksanakan ibadah bersama rakyat, Hj Sri Juniarsih menyampaikan perasaannya dengan tulus dan mendalam.
"Selama ini, kami telah berikhtiar sekuat tenaga. Melalui berbagai teknologi, menjalin kerja sama yang erat antara Pemerintah, TNI, Polri, dan seluruh masyarakat. Namun ternyata, hujan baru turun di beberapa titik saja. Karena itulah, hari ini bersama Bapak Ibu sekalian, kami kembali melangkah dalam ikhtiar yang paling utama, memohon pertolongan Allah SWT melalui Shalat Istisqa," ungkapnya.
Bupati menegaskan, bahwa perjuangan pemerintah belum berhenti. Komunikasi dan koordinasi terus diperkuat dengan Pemerintah Provinsi maupun Pemerintah Pusat, termasuk mengupayakan bantuan penanganan kekeringan seperti pengeboman air. Pengalokasian anggaran penanganan dari Pemkab Berau pun sedang diproses secara bertahap sesuai ketentuan, demi meringankan beban masyarakat.
Namun di atas segala upaya duniawi, Hj Sri Juniarsih mengajak seluruh warga menyadari kebesaran Tuhan, sebagaimana ditegaskan dalam khutbah Ustadz Jamiruddin, bahwa ketika hujan ditahan, Allah sedang mengingatkan, sehebat apa pun ilmu dan teknologi manusia, tetap ada batasnya. Tidak ada yang sanggup menurunkan hujan atas kemauan sendiri. "Mari jadikan momen ini sebagai perenungan bersama," pesan Ibu Bupati merangkum ajakan itu.
Menurutnya yang harus dilakukan, jangan hanya memohon agar Allah menurunkan hujan, tetapi juga harus mulai memperbaiki diri. Perbanyak istigfar, perbaiki ibadah, jaga hubungan sesama, dan perbanyak amal kebaikan. "Semoga dengan hati yang lebih baik, rahmat Allah berupa hujan pun segera turun menyirami Bumi Berau tercinta," pungkasnya. (Diskominfo/fhd/yar)