Dinkes Gelar Orientasi Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat, Dukung Percepatan Penurunan Stunting di Berau
Dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat serta mengoptimalkan upaya intervensi pencegahan stunting, Dinas Kesehatan Kabupaten Berau menggelar Orientasi Inovasi Gerakan Masyarakat Mandiri dalam Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat Sebagai Strategi Mendukung Percepatan Penurunan Stunting. Kegiatan berlangsung di Ball Room Hotel Mercure, pada Selasa (7/7).
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Berau, Muhammad Said dan menghadirkan, Prof. Anwar Mallongi, SKM., M.Sc., Ph.D, dosen dan peneliti dari Universitas Hasanuddin Makassar sebagai narasumber. Hadir pula Kepala Dinas Kesehatan Berau Lamlay Sarie serta perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten Berau.
Materi yang disampaikan berfokus pada pengelolaan sampah tingkat rumah tangga yang bertujuan menjaga kebersihan lingkungan, mencegah pencemaran, mendukung keberlanjutan lingkungan, sekaligus menciptakan nilai ekonomi. Peserta mempelajari klasifikasi sampah menjadi empat kelompok, yaitu sampah organik, anorganik, residu, serta sampah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) yang memerlukan penanganan khusus.
Dalam penyampaiannya, narasumber menjelaskan penerapan prinsip 3R yaitu Reduce (mengurangi timbulan sampah), Reuse (memakai kembali barang bekas), dan Recycle (mendaur ulang). Teknik pengolahan yang diajarkan meliputi pembuatan kompos dengan metode Takakura, biopori, maupun komposter tertutup, pemanfaatan sampah anorganik menjadi kerajinan bernilai guna, serta keikutsertaan dalam program Bank Sampah. Selain itu, diperkenalkan pula konsep Zero Waste yang mengajak masyarakat lebih bertanggung jawab terhadap konsumsi barang.
Selain pengelolaan sampah rumah tangga, kegiatan ini juga membahas kaitan erat antara sanitasi lingkungan, limbah padat dan cair, serta kejadian stunting, disertai pengenalan teknologi dan produk pengelolaan sampah yang dapat diterapkan di masyarakat.
Diharapkan melalui kegiatan ini, masyarakat mampu mengelola sampah dengan baik, menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat, sehingga secara langsung mendukung keberhasilan program percepatan penurunan angka stunting di Kabupaten Berau. (Diskominfo/yar)