Tradisi Mukat “Sobat” Derawan Dipromosikan Jadi Daya Tarik Wisata Bahari
Hamparan pasir putih dan laut jernih Gusung Sanggalau, Pulau Derawan, menjadi saksi aktivitas tradisional nelayan Bajau saat memukat ikan tuna atau yang dikenal masyarakat setempat dengan sebutan “sobat”, Selasa (13/5/2026). Wakil Bupati Berau, Gamalis, turut turun ke laut bersama nelayan mengikuti langsung proses penangkapan ikan yang telah lama menjadi tradisi masyarakat pesisir Derawan tersebut.
Kegiatan memukat dimulai sejak sore hari sekitar pukul 16.00 Wita hingga menjelang malam. Dengan menggunakan jaring besar, para nelayan menyebar pukat mengelilingi kawasan gusung sebelum kemudian bersama-sama menariknya ke bibir pantai saat kawanan ikan mulai masuk ke dalam jaring.
Suasana gotong royong tampak begitu kuat ketika nelayan bahu membahu menarik pukat dari laut dangkal. Dari aktivitas tersebut, nelayan berhasil memperoleh tangkapan ikan tuna segar dalam jumlah cukup banyak.
Salah seorang nelayan mengatakan, hasil tangkapan ikan “sobat” dalam sekali memukat dapat mencapai sekitar 500 kilogram, meski hasil tersebut tidak selalu didapat setiap kali turun melaut. “Biasanya seminggu dua kali turun memukat, kadang juga tidak dapat. Kalau lagi banyak, bisa sampai 500 kilogram,” ujarnya.
Ikan hasil tangkapan nelayan tersebut dijual dengan harga sekitar Rp25 ribu per kilogram dan menjadi salah satu sumber penghasilan masyarakat pesisir di Pulau Derawan.
Wakil Bupati Berau, Gamalis, menilai tradisi memukat ikan yang masih dilakukan secara tradisional ini memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai atraksi wisata budaya dan wisata bahari di Kabupaten Berau.
Menurutnya, pengalaman menyaksikan langsung kehidupan nelayan dan proses memukat ikan di tengah panorama laut Derawan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. “Tradisi seperti ini harus dijaga, karena selain menjadi mata pencaharian masyarakat, juga bisa menjadi atraksi wisata yang memperlihatkan kehidupan asli masyarakat pesisir Derawan. Biasanya mulai Maret sampai Oktober,” katanya.
Ia menjelaskan, sektor pariwisata dan perikanan di wilayah kepulauan Berau memiliki keterkaitan yang kuat dan dapat berkembang secara bersamaan. Kehidupan masyarakat nelayan, budaya Bajau, hingga aktivitas melaut dinilai mampu memperkaya pengalaman wisata di Derawan yang selama ini dikenal dengan pesona bawah lautnya.
Selain itu, Gamalis juga menekankan pentingnya menjaga kelestarian ekosistem laut agar sumber daya perikanan tetap terjaga dan potensi wisata bahari Berau dapat terus berkembang secara berkelanjutan. (DiskominfoIKP)
Dok - Prokopim