Bupati Berau Tekankan Loyalitas, Kompetensi ASN, dan Efisiensi Anggaran di Apel Gabungan Awal Tahun 2026

Tanjung Redeb – Bupati Berau, Hj. Sri Juniarsih Mas menegaskan bahwa kualifikasi, kompetensi, dan kinerja menjadi tiga hal utama yang harus diperhatikan ASN maupun non-ASN dalam menjalankan tugas pokok dan fungsi. Ketiga aspek tersebut menjadi kunci dalam implementasi manajemen talenta, khususnya sebagai pertimbangan penempatan jabatan dan promosi, selain kepangkatan dan eselon.

Penegasan tersebut disampaikan Bupati saat memimpin apel gabungan mengawali tahun 2026, Senin (05/01/2026) pagi, di halaman Kantor Bupati Berau, yang dihadiri Wakil Bupati Berau H. Gamalis, para asisten, staf ahli, kepala OPD, kepala bidang, serta kepala seksi.

“Jangan pernah lelah untuk belajar dan meningkatkan kompetensi diri. Ini menjadi pertimbangan penting dalam pengembangan karier bapak ibu sekalian,” tegasnya.

Selain kompetensi, Sri Juniarsih menekankan pentingnya koordinasi dan loyalitas dalam organisasi pemerintahan. Ia mengingatkan seluruh jajaran OPD agar tidak mengambil kebijakan sendiri tanpa berkoordinasi dengan pimpinan.

“Dalam sebuah organisasi tidak boleh ada dua matahari. Loyalitas adalah hal yang sangat saya pegang dan tidak bisa ditawar-tawar,” ujarnya.

Bupati juga menegaskan bahwa setiap kepala OPD, asisten, maupun staf ahli yang melakukan perjalanan dinas ke luar daerah wajib sepengetahuan dirinya. Hal tersebut dilakukan tidak hanya untuk efisiensi anggaran, tetapi juga sebagai bentuk perlindungan hukum bagi ASN.

“Apa yang dilakukan jajaran OPD menjadi tanggung jawab kepala daerah. Karena itu koordinasi menjadi hal yang mutlak,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, Sri Juniarsih menyampaikan apresiasi kepada seluruh ASN dan non-ASN atas kinerja pemerintahan dan capaian pembangunan selama delapan bulan kepemimpinan periode keduanya bersama Wakil Bupati Gamalis. Ia menilai koordinasi yang semakin baik memudahkan pelaksanaan program-program prioritas daerah.

Bupati meminta seluruh kepala OPD aktif melaporkan progres realisasi program, termasuk percepatan persiapan operasional RSUD baru. Untuk sementara, Kepala Dinas Kesehatan diminta merangkap sebagai direktur rumah sakit guna mengawasi langsung kesiapan operasional.

Di sektor pariwisata, Sri Juniarsih mengimbau agar peningkatan kualitas SDM dan fasilitas pendukung terus dilakukan dengan melibatkan seluruh OPD sesuai tupoksi masing-masing. Ia juga menekankan pentingnya pengembangan ekonomi kreatif dan UMKM hingga ke tingkat kecamatan dan kampung.

Terkait kondisi keuangan daerah, Sri Juniarsih mengungkapkan bahwa APBD tahun 2026 mengalami penurunan signifikan dibandingkan tahun 2025. Meski demikian, ia menegaskan komitmennya untuk tetap memperjuangkan nasib tenaga honorer, khususnya guru dan tenaga kesehatan, serta mempertahankan TPP ASN.

“Di tengah keterbatasan anggaran, saya tetap memilih mempertahankan TPP ASN. Karena ASN dan non-ASN adalah keluarga besar Pemerintah Kabupaten Berau,” ungkapnya.

Sri Juniarsih juga menyampaikan bahwa serapan anggaran APBD Kabupaten Berau per 31 Desember 2025 mencapai sekitar 97 persen dari total pagu kurang lebih Rp6 triliun. Dalam waktu dekat, ia akan menggelar rapat koordinasi dengan seluruh kepala OPD untuk mengevaluasi pelaksanaan APBD 2025 dan membahas langkah strategis pelaksanaan APBD 2026.

Dengan pemotongan anggaran OPD yang mencapai sekitar 50 persen, Bupati meminta seluruh perangkat daerah fokus pada program prioritas, khususnya sektor pendidikan dan kesehatan.

“Efisiensi harus dilakukan dengan cermat dan tepat sasaran. Pendidikan dan kesehatan tetap menjadi prioritas utama,” pungkasnya.

Dinas Kominfo Berau