Wabup Gamalis Cek Kesiapan Armada Karhutla, Minta Seluruh Sumber Daya Bergerak Bersama
Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Berau membutuhkan pengerahan seluruh kekuatan yang tersedia. Pemerintah Kabupaten Berau memastikan kesiapan armada dan peralatan pemadaman, sekaligus mendorong keterlibatan seluruh pihak untuk bergerak bersama menghadapi kondisi karhutla yang masih terjadi di sejumlah wilayah.
Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Berau, Gamalis, saat melakukan pengecekan langsung terhadap kesiapan armada dan peralatan milik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Berau.
Pengecekan dilakukan untuk memastikan sarana pemadaman, perlengkapan pendukung hingga logistik berada dalam kondisi siap digunakan sewaktu-waktu. Langkah ini dinilai penting mengingat kondisi cuaca yang kering dan pengaruh El Nino masih meningkatkan potensi meluasnya karhutla.
Gamalis menyebut kondisi karhutla yang terjadi di Berau sepanjang 2026 tergolong cukup ekstrem. Situasi tersebut, menurutnya, mengingatkan kembali pada kejadian serupa yang pernah terjadi beberapa tahun sebelumnya.
“Karhutla tahun ini termasuk yang paling ekstrem. Kondisi seperti ini pernah kita alami sekitar enam atau tujuh tahun lalu. Karena itu, kita tidak boleh menganggap persoalan ini biasa. Semua harus meningkatkan kesiapsiagaan dan memperkuat penanganan di lapangan,” ujarnya.
Menurut Gamalis, kondisi karhutla saat ini tidak bisa ditangani hanya dengan mengandalkan satu instansi. Luasnya wilayah yang berpotensi terdampak membutuhkan dukungan dan keterlibatan lintas sektor, mulai dari pemerintah daerah, TNI-Polri, masyarakat, perusahaan hingga pihak lain yang memiliki sumber daya pendukung.
Ia menekankan agar tidak ada sekat dalam penanganan karhutla. Seluruh pihak harus memiliki tujuan yang sama, yakni mempercepat pengendalian dan pemadaman titik api. “Jangan ada yang bergerak sendiri-sendiri. Kita harus kompak. Ketika ada kejadian, semua sumber daya yang kita punya harus bisa digerakkan dan dimanfaatkan. Kalau masing-masing berjalan sendiri, tentu penanganannya tidak akan maksimal,” tegasnya.
Gamalis juga meminta agar perdebatan mengenai penyebab kebakaran tidak menjadi penghambat penanganan di lapangan. Menurutnya, persoalan penyebab maupun evaluasi dapat dilakukan setelah kondisi terkendali, sementara saat ini yang paling penting adalah memastikan api segera dipadamkan dan tidak meluas.
“Kaltim, khususnya Berau, saat ini memang sedang tidak baik-baik saja. Kita menghadapi karhutla dan kondisi El Nino. Apa pun penyebabnya, untuk sementara kita kesampingkan dulu. Fokus kita bagaimana api ini bisa segera dikendalikan. Setelah itu baru kita evaluasi bersama apa yang menjadi penyebab dan apa yang harus diperbaiki,” katanya.
Terkait ketersediaan armada, Gamalis menilai jumlah sarana yang dimiliki pemerintah daerah masih relatif jika dibandingkan dengan kondisi dan sebaran karhutla yang dihadapi. Karena itu, dukungan pihak ketiga menjadi bagian penting dalam memperkuat kapasitas penanganan.
Tambahan kendaraan pemadam, peralatan, pompa, selang maupun dukungan personel dinilai akan sangat membantu ketika penanganan harus dilakukan secara bersamaan di sejumlah lokasi.
“Kalau melihat kondisi sekarang, armada yang kita miliki relatif terhadap kebutuhan. Karena itu, bantuan armada dan SDM dari pihak ketiga sangat kita perlukan. Semakin banyak sumber daya yang bisa kita satukan, tentu semakin besar kemampuan kita untuk menangani karhutla dengan cepat,” jelasnya.
Dalam pengecekan tersebut, Gamalis juga menyoroti sejumlah peralatan yang tersimpan di gudang logistik dan dinilai masih dapat dimanfaatkan untuk mendukung pemadaman. Salah satunya mesin pompa portabel apung beserta selang yang dapat digunakan untuk mendukung distribusi air ke lokasi kebakaran.
Ia meminta agar seluruh inventaris kembali diperiksa dan dipastikan siap operasional. Peralatan yang masih layak digunakan tidak boleh hanya tersimpan, terlebih dalam situasi ketika kebutuhan penanganan karhutla cukup tinggi.
“Ada mesin pompa portabel apung dan selang yang saya lihat masih berdebu dan belum digunakan. Kalau memang masih layak, saya minta segera dicek dan dimanfaatkan. Jangan sampai kita kekurangan alat di lapangan, sementara ada peralatan yang sebenarnya bisa digunakan tetapi hanya tersimpan,” ungkapnya.
Gamalis menegaskan, kesiapan menghadapi karhutla bukan hanya berbicara mengenai jumlah armada, tetapi juga bagaimana seluruh peralatan dan sumber daya yang tersedia dapat dikerahkan secara cepat dan tepat.
Ia berharap koordinasi antara BPBD, Disdamkarmat, TNI-Polri, pemerintah kampung, masyarakat, perusahaan dan seluruh unsur terkait terus diperkuat. Dengan kolaborasi tersebut, setiap titik api diharapkan dapat ditangani sedini mungkin sebelum berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas.
“Yang kita inginkan semua pihak bekerja sama dan bersatu. Jangan sampai ada sumber daya yang sebenarnya bisa membantu penanganan, tetapi tidak termanfaatkan. Dalam kondisi seperti sekarang, semua harus mengambil peran sesuai kemampuan masing-masing,” pungkasnya. (DiskominfoIKP-AF)