Labanan Makarti Menuju Desa Percontohan Anti Korupsi, Bukan Sekadar Gelar, Tapi Komitmen Bersama
Suasana di Aula Pertemuan Kampung Labanan Makarti, Kecamatan Teluk Bayur terasa hangat dan penuh semangat saat dilakukan penilaian desa anti korupsi, pada Kamis (22/10). Tim penilai dari Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Berau, Diskominfo Berau, serta Inspektorat Berau hadir untuk melihat langsung bagaimana nilai-nilai kejujuran dan keterbukaan tumbuh dan hidup di tengah masyarakat kampung ini.
Kegiatan penilaian dan tinjauan lapangan calon percontohan Desa Anti korupsi ini diawali dengan pemaparan pemenuhan indikator, diskusi, tanya jawab, verifikasi dokumen, dilanjutkan kunjungan langsung ke lokasi, hingga rapat pleno dan pengumuman hasil penilaian.
Mewakili Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim, Rita Mulyani dari Inspektorat Provinsi Kaltim menyampaikan pesan yang menyentuh hati. Menurutnya, penilaian ini bukan sekadar memeriksa kelengkapan administrasi. "Kami ingin melihat secara langsung, apakah nilai-nilai antikorupsi benar-benar hidup dalam pelayanan warga, pengelolaan anggaran, dan keterlibatan masyarakat dalam membangun kampungnya", ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa pemerintahan kampung yang berintegritas tidak cukup hanya dengan berkas yang lengkap. Ada lima pilar utama yang dinilai, yakni tata laksana, pengawasan, kualitas pelayanan publik, partisipasi masyarakat, dan kearifan lokal, yang semuanya dijabarkan ke dalam 18 indikator penilaian.
Desa Antikorupsi bukan sekadar gelar atau penghargaan. Ia harus menjadi kebiasaan sehari-hari. Menggunakan dana sesuai kebutuhan, menyampaikan informasi secara terbuka, berani mendengar pengaduan, dan melibatkan warga dalam pembangunan. Yang terpenting bukan nilai yang tinggi, tetapi integritas yang konsisten. "Kampung yang kuat adalah kampung yang berani terbuka, bersedia dievaluasi, dan terus belajar menjadi lebih baik", katanya.
Rita pun berharap Labanan Makarti dapat menjadi cahaya bagi kampung-kampung lain di Kaltim.
Sementara itu, Tentran Rahayu, Kepala DPMK Berau, menyampaikan kebanggaan sekaligus harapan yang tulus. Dikatakannya, siapa yang tidak kenal prestasi Labanan Makarti? Pada tahun 2023, kampung ini telah menorehkan prestasi gemilang sebagai Juara Pertama Lomba Desa Tingkat Nasional.
Pencapaian ini bukan milik perangkat kampung saja, melainkan buah kerja sama seluruh warga, yang terlibat sejak perencanaan hingga ikut mengawasi jalannya pembangunan. Hasil penginputan data sementara menunjukkan Labanan Makarti meraih angka 82,83. Namun angka bukanlah tujuan akhir.
Dikatakannya, ada atau tidak lomba, ada atau tidak penilaian, prinsip tata kelola yang baik harus tetap dijalankan. "Kita memiliki 100 kampung di Berau. Biarkan Labanan Makarti menjadi guru bagi 99 kampung lainnya. Belajar dari sesama, tanpa harus pergi jauh ke luar daerah", katanya.
Pada akhirnya, lanjutnya tugas ini bukan hanya bertanggung jawab kepada pimpinan, tetapi juga kepada Allah SWT. "Semoga proses ini memperkuat tekad kita bersama, dan membawa masyarakat Berau menuju kehidupan yang semakin sejahtera, rukun, dan damai",pungkasnya. (Diskominfo/fhd/yar)