Pertambangan

Kekayaan alam berupa bahan galian tambang mineral baik golongan A, B dan C seperti kandungan jenis minyak gas bumi, emas, batu bara, timah hitam, nikel, gips, pasir kwarsa, besi, air raksa dan batu-batuan kapur untuk bahan semen putih.

Potensi bahan galian strategis (Gol.A) : Batu Bara terdapat di Kecamatan Gunung Tabur dikelola oleh PT. Berau Coal.

Galian Vital (Gol.B) : Emas terdapat di Kecamatan Kelay sementara untuk Seng, Timah dan Zino terdapat di Kecamatan Segah dan Kristal Kwarsa ada di Kecamatan Tanjung Redeb, Tanjung Batu dan Kelay.

Bahan Galian Golongan A dan B adalah GIPS terdapat di Kecamatan tanjung Redeb dan Desa Tanjung Batu, sedangkan Kapur ada di Tanjung Redeb dan Talisayan.

Hasil Exploirasi oleh Hooze Vende Velde, diperkirakan Seposit Batubara di desa Prapatan Kecamatan Gunung Tabur Sebesar 40.000 ton dengan ketebalan lapisan 20 cm dan 50 cm hingga 70 lapisan.

Mineral Besi, dengan endapan di dustin kasai mengandung Fe2O3 = 39,52% dan Fe total 51,24%.

Endapan emas terdapat do Long Suluy Kecamatan Kelay di Sungai Gah dengan konsentrasi 50% Timah hitam dan 0,01% Perak. Batu Kapur untuk Talisayan terdapat di Kampung Batu Putih dengan luas 500 Ha dengan kandungan CHO rata-rata 55,3%. Batu Kapur ini baik sebagai bahan baku industri Semen.

Pengelolaan terbesar disektor pertambangan yaitu pada bahan tambang batu bara yang dikelola oleh PT.Berau Coal dengan hak konsesi seluas 121.804 Ha, dimana merupakan sebuah perusahaan Indonesia dari usaha bersama PT.United Tractors dan Nissho Iwai dari Jepang. PT.Pandu Dian Pratiwi merupakan perusahaan yang telah meneliti sebelumnya daerah yang potensial yaitu pada Daerah Lati, Binungan, Prapatan Kelay.