Pemkab Berau Perkuat Daya Saing IKM Lewat Pelatihan Desain Kemasan.
Pemerintah Kabupaten Berau terus memperkuat daya saing pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM) melalui peningkatan kualitas produk, salah satunya dari aspek desain kemasan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui Pelatihan Desain Kemasan bagi Pelaku Industri Kecil dan Menengah Kabupaten Berau Tahun 2026 yang digelar di Ballroom Derawan Mercure Hotel, Selasa (4/8/2026).
Pelatihan yang diselenggarakan Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Berau itu berlangsung selama dua hari, 4–5 Agustus 2026, dan diikuti 60 pelaku IKM dari berbagai sektor usaha. Kegiatan menghadirkan narasumber dari UPT Industri Makanan, Minuman, dan Kemasan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur, yakni Kuswandik, dan Agus Santoso, dengan materi meliputi pengenalan desain kemasan hingga praktik penyusunan desain oleh peserta.
Kepala Diskoperindag Kabupaten Berau, Hj. Eva Yunita, mengatakan pelatihan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk meningkatkan kapasitas pelaku IKM agar mampu menghasilkan kemasan yang lebih menarik, informatif, dan sesuai dengan kebutuhan pasar.
"Melalui pelatihan ini, kami ingin meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pelaku IKM dalam merancang kemasan yang kreatif, inovatif, dan memiliki nilai jual. Kemasan saat ini bukan hanya berfungsi melindungi produk, tetapi juga menjadi identitas sekaligus strategi pemasaran yang mampu meningkatkan daya saing produk di pasar," ujarnya.
Eva berharap ilmu yang diperoleh peserta dapat diterapkan secara langsung sehingga produk-produk unggulan Berau semakin mampu bersaing, baik di tingkat lokal, nasional, maupun pasar yang lebih luas.
Pelatihan secara resmi dibuka oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Berau, Muhammad Said, yang hadir mewakili Bupati Berau. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi konsistensi Diskoperindag dalam menghadirkan program pembinaan bagi pelaku IKM sebagai bagian dari penguatan ekonomi daerah.
Menurutnya, di tengah persaingan pasar yang semakin kompetitif, kualitas produk harus diimbangi dengan kemasan yang mampu menarik perhatian konsumen dan membangun kepercayaan terhadap suatu merek.
"Kemasan bukan lagi sekadar pembungkus produk. Kemasan adalah wajah pertama yang dilihat konsumen, menjadi media komunikasi yang mencerminkan kualitas produk sekaligus identitas pelaku usaha," kata Muhammad Said.
Ia menilai Kabupaten Berau memiliki potensi produk lokal yang sangat beragam, mulai dari hasil olahan perikanan, pertanian, perkebunan, pangan lokal hingga kerajinan tangan. Namun, masih banyak produk yang belum mampu bersaing secara optimal karena kemasan yang belum memenuhi standar pemasaran modern.
Karena itu, pemerintah daerah terus mendorong pelaku IKM agar tidak hanya meningkatkan kualitas produk, tetapi juga memperhatikan aspek kemasan, pemasaran digital, legalitas usaha, dan penguatan sumber daya manusia.
Langkah tersebut diyakini akan memperluas akses pasar sekaligus meningkatkan nilai tambah produk lokal.
"Pemerintah Kabupaten Berau berkomitmen mendorong pelaku usaha agar terus berinovasi dan naik kelas. Ketika produk lokal berkembang, maka lapangan kerja terbuka, pendapatan masyarakat meningkat, dan perekonomian daerah akan semakin kuat," tutupnya.
Diskominfo Berau-IKP/Er.