Bupati Berau Lepas Jenazah dr. Sukaman Wahyudi, Kenang Dedikasi untuk Pelayanan Kesehatan di Talisayan
Kepergian dr. Sukaman Wahyudi, Sp.An, meninggalkan duka mendalam bagi jajaran Pemerintah Kabupaten Berau dan masyarakat, khususnya mereka yang mengenal dedikasi almarhum selama mengabdi sebagai dokter spesialis anestesi di RSUD Talisayan.
Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, turut mengantarkan langsung jenazah almarhum saat diberangkatkan dari RSUD Abdul Rivai, pada Rabu (12/8/2026). Dalam kesempatan tersebut, Bupati menyampaikan belasungkawa sekaligus penghormatan atas pengabdian almarhum yang selama hampir tiga tahun turut memperkuat pelayanan kesehatan bagi masyarakat di wilayah pesisir Berau.
Sri Juniarsih menilai dedikasi dr. Sukaman selama bertugas di RSUD Talisayan tidak hanya menjadi bagian dari perjalanan pengembangan rumah sakit, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan.
“Semoga segala kebaikan, pengabdian, dan jasa yang telah diberikan selama beliau bertugas menjadi amal dan bekal di akhirat. Semoga keteladanan beliau juga menjadi contoh bagi dokter-dokter lainnya dalam memberikan pengabdian terbaik kepada masyarakat,” ujar Sri Juniarsih.
Didampingi Asisten III Sekretariat Daerah Berau, Maulidiyah, Bupati juga menyampaikan dukungan moril kepada keluarga yang ditinggalkan. Ia berharap keluarga almarhum diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi kehilangan tersebut.
“Kepada keluarga yang ditinggalkan, semoga diberikan kekuatan dan kesabaran. Ingatlah, di balik setiap kesedihan akan ada kebahagiaan yang menanti di kemudian hari,” pesannya.
Selanjutnya, jenazah dr. Sukaman diberangkatkan menuju Jakarta untuk dimakamkan di kampung halamannya.
Semasa bertugas di RSUD Talisayan, dr. Sukaman dikenal sebagai salah satu dokter yang memiliki peran penting dalam merintis pelayanan operasi di rumah sakit tersebut.
Kehadiran almarhum sebagai dokter spesialis anestesi menjadi salah satu bagian penting dalam pengembangan layanan medis di RSUD Talisayan. Berkat dukungan tenaga medis dan kolaborasi berbagai pihak, rumah sakit tersebut kemudian mampu memberikan layanan tindakan operasi bagi masyarakat.
Dedikasi almarhum juga tidak terbatas pada pelaksanaan tugas kedokteran. Dalam kondisi tertentu, dr. Sukaman disebut turut membantu memenuhi kebutuhan obat ketika persediaan rumah sakit mengalami kekurangan, bahkan dengan menggunakan dana pribadinya.
Sikap tersebut menjadi gambaran kepedulian almarhum terhadap keberlangsungan pelayanan kesehatan dan masyarakat yang membutuhkan.
Selama menjalankan tugas di Talisayan, almarhum juga membawa serta keluarganya untuk berdomisili di wilayah tersebut. dr. Sukaman meninggalkan seorang istri dan empat anak yang masih kecil, masing-masing berusia 12, 10, 8 dan 6 tahun.
Bagi rekan sejawat, jajaran RSUD Talisayan dan masyarakat yang pernah mendapatkan pelayanan, kepergian dr. Sukaman bukan hanya kehilangan seorang dokter, tetapi juga sosok yang dikenal memiliki kepedulian dan komitmen dalam memberikan pelayanan terbaik.
Dedikasi almarhum selama hampir tiga tahun di Kabupaten Berau diharapkan tetap menjadi teladan dan inspirasi bagi tenaga kesehatan lainnya untuk terus mengabdi dengan penuh ketulusan kepada masyarakat. (DiskominfoIKP-AF)