SANGGAM - SEJUK - ANGGUN - GAIRAH - AMAN - MANUSIAWI

Warga Biduk-Biduk Datangkan Kebutuhan Pokok dari Palu

TANJUNG REDEB, tribunkaltim.co.id - Jauhnya jarak tempuh antara Kecamatan Biduk-Biduk dengan ibukota Kabupaten Tanjung Redeb menjadi salah satu sebab warga yang berdomisili di wilayah paling pesisir Kabupaten Berau ini untuk mmasok barang-barang kebutuhan mereka dari wilayah tetangga.

Saat ditemui  tribunkaltim.co.id, Senin (6/2/2012) salah seorang pedagang Khairul  yang menjadikan sebagian area rumahanya untuk membuka toko kecil-kecilan megatakan keseluruhan barang yang dijual di tempatnya merupakan pasokan dari Palu ataupun Samarinda.

Ia mengatakan lebih memilih untuk mengambil barang tersebut dari provinsi sebelah karena dirasa lebih mudah untuk mendapatkan barang-barang itu dari Palu ataupun Samarinda dibadingkan harus mengambil barang melalui Tanjung Redeb.

“Meskipun risikonya besar Karena harus melewati lautan, namun saya memilih untuk datangkan barang-barang ini dari Palu dibanding dari Tanjung Redeb karena lebih mudah,” katanya.

Tak hanya produk yang masuk dalam kategori barang kebutuhan pokok, bensin yang dipergunakan untuk mengisi kendaraan –kendaraan  di Biduk-Biduk pun juga didatangkan dari Palu dengan menggunakan kapal laut yang dibawa langsung kepada distributor di sini.

Sebagai contoh untuk satu drum bensin 200 liter ia membeli dengan Rp 1,2 juta  kemudian dijual dengan harga Rp 8.000 per liter kepada konsumen.

Badingkan jika ia harus mengambilnya dari Tanjing Redeb atau APMS yang ada di kecamatan  terdekat yang harganya bisa lebih dari angka itu bahkan untuk mendapatkannya harus antre selama berjam-jam.

Galeri

Info Terkini

Bahasa

Video

Kalender

Sabtu, 19 Mei 2012
Pukul

Hit Counter

Total Visitor 69 visitors
Online User 6 users
Actived 1 Year, 3 Months, 4 Weeks, 1 Day

Polling