SANGGAM - SEJUK - ANGGUN - GAIRAH - AMAN - MANUSIAWI

Biaya Logistik Meningkat Akibat Kondisi Jalan Rusak

TANJUNG REDEB – Kondisi jalan rusak di ruas jalan Trans-Kaltim, baik di wilayah utara maupun selatan, mau tidak mau membuat para pengusaha mengurut dada. “Kondisi jalan rusak ini membuat biaya pengiriman barang meningkat sampai 20 persen. Belum lagi risiko barang rusak sampai di tujuan,” sebut HM Fauzi A Bahtar, ketua umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kaltim, saat transit di Berau menuju Bulungan.

Dikatakan, sarana infrastruktur menjadi hal utama penunjang roda perekonomian. “Memang betul untuk ke wilayah Berau sudah ada pesawat udara. Tapi tidak semua bisa diselesaikan dengan pesawat udara. Banyak barang-barang ekonomi yang justru harus dikirim melalui truk,” katanya.

Dijelaskan, upaya pemerintah, baik pusat maupun provinsi untuk memperbaiki jalan Trans-Kaltim dinilai masih setengah hati. Sebab, dalam waktu bersamaan, banyak proyek ‘mercusuar’ yang justru menyedot dana tidak sedikit.

“Masyarakat di tataran menengah ke bawah, juga para pengusaha sebagai penggerak ekonomi, membutuhkan sarana infrastruktur jalan dan jembatan yang memadai,” katanya. Sebagai contoh, untuk ruas Trans-Kaltim wilayah tengah, yakni ke Kutai Barat, sebagian besar barang sekarang dikirim melalui jalur Sungai Mahakam yang ongkosnya lebih mahal. “Sebab jalan darat sekarang rusak parah,” katanya. Ruas jalan yang rusak itu dari arah Tenggarong ke Senoni selanjutnya dari Kota Bangun ke Melak (Kutai Barat).

Sementara untuk pengiriman barang ke wilayah utara yakni Berau hingga Malinau, mau tidak mau tetap harus lewat darat meski kadang harus menginap hingga berhari-hari. “Kalau sudah menginap berhari-hari, ongkos sopir juga meningkat. Hal-hal seperti ini juga harus dipahami,” harapnya.  

Fauzi menyampaikan, jika ruas jalan Trans-Kaltim tidak kunjung mulus, maka disparitas harga antara Samarinda dengan wilayah tengah dan utara tidak akan pernah terkoreksi. “Ini karena sistem pengangkutan barang menjadikan komponen biaya yang tidak sedikit,” sambungnya.

Ia sedikit membandingkan, harga barang di Malaysia antara wilayah Semenanjung, Sabah, dan Serawak, tidak jauh berbeda. Tidak ada disparitas harga karena sarana penunjang logistik sudah demikian maju.

“Salah satu penghambat kemajuan ekonomi di sektor riil di Kaltim ya karena sarana infrastruktur jalan. Saat ini Kaltim bisa dikatakan meningkat ekonomi karena dukungan sektor tambang batu bara dan migas. Kalau semua itu sudah habis, sementara sektor riil tidak didukung infrastruktur memadai, Kaltim akan kembali ke masa sebelum otonomi daerah,” pungkasnya. (eff/lhl)


Galeri

Info Terkini

Bahasa

Video

Kalender

Kamis, 23 Februari 2012
Pukul

Hit Counter

Total Visitor 69 visitors
Online User 1 user
Actived 1 Year, 1 Month, 3 Days

Polling

Test Polling 2