Detail Berita

Distanak Sosialisasikan Penanganan Hewan Kurban

Dibuat pada 10 August, 2018, terakhir di modifikasi 10 August, 2018

Distanak Sosialisasikan Penanganan Hewan Kurban
Distanak Sosialisasikan Penanganan Hewan Kurban

PROKAL.COTANJUNG REDEB - Setelah melakukan pemeriksaan hewan kurban yang dijual dan memberikan label sehat pada hewan yang telah diperiksa. Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Berau menggelar sosialisasi kepada petugas penyembelihan dan penanganan daging kurban yang diikuti sejumlah instansi terkait, lembaga swasta maupun pengurus masjid, yang dilaksanakan di Aula Distanak, Jalan Bujangga, Tanjung Redeb, Rabu (8/8).

Penanganan hewan kurban mulai pemilihan, proses penyembelihan, pengulitan hingga penanganan daging kurban memerlukan tata cara yang benar sesuai syariat Islam maupun syarat higienis sanitasi agar diperoleh daging yang aman, sehat, utuh, dan halal (ASUH). Persyaratan mulai dari peralatan, sarana, penyembelihan dan penanganan daging kurban perlu mendapat perhatian serius.

Kepala Distanak Berau, Suparno Kasim didampingi Kepala Bidang Keswan dan Kesmavet, Tumiyem menjelaskan sosialisasi untuk memberikan informasi kepada masyarakat tentang syarat hewan kurban seperti hewan yang harus dalam kondisi sehat dan sudah cukup umur sesuai dengan yang dipersyaratkan. Selain itu, juga bagaimana penanganan daging setelah hewan disembelih agar daging yang dibagikan adalah daging yang ASUH tadi.

“Yang menjadi perhatian kita utamanya pada proses penyembelihan, bagaimana penanganan hewan harus jadi perhatian,” ucapnya.

Dalam syarat yang harus dipenuhi yaitu pisau harus bersih dan tajam, cukup panjang dan tidak berkarat. Alas plastik, wadah, talanan, pisau yang kontak dengan daging harus selalu bersih. Syarat sarana di antaranya tersedia kandang penampungan sementara, tempat penyembelihan yang harus selalu kering dan bersih, tersedia lubang penampungan darah, tersedia air bersih untuk mencuci peralatan dan jeroan, serta penanganan daging harus terpisah dari jeroan.

Dalam proses penyembelihan hewan dipuasakan selama 12 jam dengan tetap diberi minum sebelum disembelih, hewan direbahkan secara hati-hati agar hewan tidak stres, penyembelihan dilakukan dengan syariat Islam, setelah hewan benar-benar mati, gantung kaki belakang agar darah keluar dengan sempurna dan menghindari kontaminasi dengan tanah yang kotor. Saluran pencernaan dan anus diikat agar isi lambung tidak mencemari daging. Daging dipisahkan dari jeroan, lalu jeroan dicuci dengan air bersih dan limbah cucian tidak dibuang ke selokan atau sungai.

Penanganan daging kurban harus dilakukan petugas dengan menjaga kebersihan tangan, tempat, pakaian serta tidak merokok. Daging harus selalu terpisah dari jeroan saat penanganan dan pengemasan, alas plastik atau wadah harus selalu bersih. Daging dan jeroan jangan dicampur baik saat penanganan maupun pengemasan. Bagikan daging dengan segera (tidak lebih empat jam setelah pemotongan. Serta gunakan kantong plastik berwarna putih bening.

“Kami temukan dalam pengemasan masih menggunakan plastik hitam atau merah. Kami sarankan agar menggunakan plastik putih yang transparan dan tidak dicampur daging dengan jeroan,” tandasnya.

Distanak juga telah membentuk tim yang akan turun langsung ke setiap tempat pemotongan hewan kurban untuk melakukan pemeriksaan kesehatan daging sebelum dibagikan.(hms4/asa)