Detail Berita

Kunjungi Maratua sebelum ke Raja Ampat

Dibuat pada 10 August, 2018, terakhir di modifikasi 10 August, 2018

Kunjungi Maratua sebelum ke Raja Ampat
Kunjungi Maratua sebelum ke Raja Ampat

PROKAL.COBanyak yang bertanya, ada even apa yang berlangsung di Kabupaten Berau, sehingga untuk mendapat seat (tempat duduk) penerbangan sangat sulit. Dari empat Maskapai yang melayani, baik berangkat maupun kembali ke Bandara Kalimarau, selalu terisi penuh. Sungguh luar biasa.

 

SECARA berkala, saya sering memimpin beberapa personel Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau meluangkan waktunya ke Bandara Kalimarau saat pesawat mendarat. Hal itu kembali saya lakukan kemarin (8/8). Memang ada janji untuk menjemput dua orang dari Universitas Pelita Harapan (UPH) yang akan melakukan penelitian di sejumlah wisata bahari.

Dia adalah Yustisia, Departement Chair of Travel Industry Management. Namun, saya juga mendapat informasi bahwa Rabu (8/8) kemarin, belasan wisatawan mancanegara berwisata ke Pulau Maratua. Para wisatawan tiba dengan menggunakan pesawat Garuda. Biasanya, wisatawan mancanegara asal Eropa, memilih perjalanan langsung dari Balikpapan menuju Maratua menggunakan pesawat carter. Namun, kali ini tiga keluarga asal Italia berjumlah 9 orang, memilih perjalanan melalui Tanjung Redeb.

Memasuki ruang kedatangan Bandara Kalimarau, anak-anak wisatawan asal Italia itu langsung berlarian menikmati sajian musik Sampe yang selalu hadir di ruang kedatangan bandara. Mereka berfoto sambil menunggu barang bawaan mereka. Setelah itu, kami pun mengajak foto bersama dengan latar Pusat Informasi Wisata di Kalimarau.

Menurut mereka, ke Maratua adalah kunjungan pertamanya. Mereka berangkat pagi hari dari Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta. Di Kalimarau, sudah dijemput dengan travel yang mengatur perjalanan mereka selama di Maratua. Sebetulnya, dalam agenda wisata, selain ke Maratua, juga akan mengunjungi Radja Ampat di Papua. Mereka akan menginap selama 6 hari di Maratua.

Selain wisatawan asal Italia tersebut, juga ada beberapa wisatawan asal Perancis yang tiba bersamaan. Begitu pun sebanyak 15 wisatawan asal Thailand.  Para wisatawan mancanegara itu menggunakan kapal pesiar yang sudah menunggu di Tanjung Batu. Menurut Teddy Abay, selaku agen travel, wisatawan asal Thailand tersebut merupakan rangkaian wisatawan yang berwisata dengan kapal pesiar yang menetap di kapal selama 5 hari perjalanan wisata. “Jadi ini Life On Board,” katanya.

Kehadiran wisatawan kemarin, menjadi pertanda bahwa pilihan berwisata bahari di Berau cukup tinggi. Resor yang ada di Maratua yang dikelola Nabuco memang pasarnya adalah negara Eropa. Setiap tahun jumlahnya cukup besar. Belum lagi wisatawan yang datang dan menginap di resor-resor lainnya.

Yang melakukan Life On Board (LOB), beberapa bulan lalu sebanyak 200 wisatawan bergantian ikut dalam kapal pesiar White Manta yang melayani perjalanan wisata keliling pulau Maratua, Kakaban, dan Sangalaki. Sementara semua kebutuhan makan dan minum dilayani selama perjalanan menggunakan kapal pesir. Diperkirakan tahun ini lebih dari 200 wisatawan asal Korea, Thailand maupun Jepang juga akan ikut LOB tersebut.

Tak salah, bila saya dan personel Disbudpar menjemput langsung para wisatawan walau tanpa tarian penjemput tamu atau sekadar memberikan cenderamata. Tapi itu bisa dilakukan berikutnya. Datang menemui wisatawan dan bertanya ke mana saja, lalu saya menjelaskan spot wisata di Maratua, sudah membuat hati wisatawan semakin senang. Dalam kunjungan, kami hanya memberikan brosur dan peta wisata Kabupaten Berau.

Ini tidak lain agar wisatawan mendapat informasi awal sebelum mengunjungi destinasi wisata yang akan dituju. Yang jelas, mereka akan melakukan penyelaman di laut Maratua.  Andai saja Paus Orca datang lagi dan bisa mereka saksikan, tentu akan melengkapi perjalanan wisata mereka di Maratua. (mps/asa)