Detail Berita

Potensi Kerawanan Jadi Perhatian

Dibuat pada 8 June, 2018, terakhir di modifikasi 8 June, 2018

Potensi Kerawanan Jadi Perhatian
Potensi Kerawanan Jadi Perhatian

PROKAL.COTANJUNG REDEB - Apel gelar pasukan  dalam rangka operasi kepolisian terpusat Ketupat Mahakam 2018 di Kabupaten Berau digelar di Tepian Sungai Segah Jalan Ahmad Yani Tanjung Redeb, Rabu (6/6) kemarin.

Bupati Berau Muharram, bertindak selaku inspektur upacara sekaligus membacakan amanat Kapolri di hadapan ratusan personel dari jajaran TNI, Polri, Satpol PP, Dishub, BPBD, serta Dinas Kesehatan dan Palang Merah Indonesia. Turut hadir dalam upacara Wakil Bupati Agus Tantomo bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD) dan pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

Bupati Muharram, membacakan amanat Kapolri, menegaskan gelar pasukan yang dilaksanakan secara serentak di seluruh daerah ini dilaksanakan selama 18 hari dengan melibatkan seluruh stakeholder terkait. Rencana operasi ini melalui serangkaian evaluasi terhadap pelaksanaan operasi Ramadniya 2017 lalu, disertai dengan evaluasi gangguan kamtibmas ditahun 2018 ini.

Sehingga pada pelaksanaan operasi tahun ini ditegaskannya ada empat potensi kerawanan yang harus diwaspadai.

Diantaranya stabilitas harga dan kesediaan bahan pangan. Kelancaran dan keamanan arus mudik dan arus balik yang ditekankan kepada pemantauan pada titik rawan di sepanjang jalur mudik. Selain itu juga potensi kerawanan bencana alam dan gangguan kamtibmas lainnya, seperti potensi terjadinya pencurian, sehingga pengendalian dalam menekan potensi ini harus terus dilakukan. Termasuk berkoordinasi dengan BPBD dalam upaya mengantisipasi dini bencana. Ancaman terhadap tindak pidana terorisme juga menjadi perhatian serius dengan mengantisipasi aksi terorisme. “Saya menyampaikan terima kasih dan semoga kita melaksanakan tugas ini dengan baik,” tegasnya.

Bupati Muharram juga menegaskan apel gelar pasukan ini merupakan sinergisitas pemerintah beserta unsur TNI, Polri dan masyarakat dalam upaya keamanan selama lebaran Idulfitri 1439 Hijriah. Beberapa titik rawan yang menjadi arus mudik dikatakan Muharram menjadi perhatian, termasuk di Kabupaten Berau beberapa jalur menjadi akses menuju destinasi wisata yang setiap lebaran mengalami peningkatan kunjungan.

Begitu juga dengan mencegah aksi kriminalitas seperti pencurian, Bupati Muharram mengimbau masyarakat memperhatikan keamanan. Terlebih saat ditinggal mudik dapat memperhatikan keamanan rumah dan juga menitipkan kepada tetangga sebelum ditinggalkan.

“Ini sangat penting sebagai upaya mengantisipasi dini dari setiap gangguan kamtibmas dengan harapan Berau selalu kondusif,” tegasnya.

Terkait pengendalian bahan pokok, Bupati Muharram menegaskan pihaknya telah melakukan monitoring langsung ke lapangan dan ketersediaan bahan pokok di Kabupaten Berau masih aman hingga beberapa bulan kedepan. Muharram berharap para pedagang tidak memanfaatkan kondisi dengan menaikkan harga di luar standar yang telah ditetapkan, sehingga stabilitas harga tetap terjaga dengan baik.

Sementara Kapolres Berau, AKBP Pramuja Sigit Wahono, menegaskan jajaran Polres Berau didukung TNI dan seluruh instansi terkait dalam menjamin kemananan masyarakat melaksanakan Idulfitri, telah menyediakan 4 pos pengamanan dan satu pos pelayanan yang berada di Bandar Udara Kalimarau. Serta satu pos pelayanan terpadu.

Sehingga diharapkan masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan aman dan nyaman. Terkait pengamanan termasuk di daerah destinasi wisata yang diprediksi akan melonjak kunjungan wisatawan, ditegaskannya telah diperhitungkan dan telah dikoordinasikan dengan instansi terkait.

“Kita sudah hitung itu dan berkoordinasi dengan seluruh stakeholder terkait,” tandasn