Detail Berita

Sajikan One Data One Map

Dibuat pada 7 June, 2018, terakhir di modifikasi 7 June, 2018

Sajikan One Data One Map
Sajikan One Data One Map

PROKAL.COTANJUNG REDEB - Pemerintah Kabupaten Berau melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) bekerja sama dengan Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit (GIZ) Jerman, menggelar lokakarya membangun tata kelola data dalam rangka mendukung kebijakan “one data one map” di Kabupaten Berau.

Lokakarya yang digelar di meeting room Hotel Bumi Segah Tanjung Redeb, Selasa (5/6) kemarin, dibuka langsung Bupati Berau, Muharram dan dihadiri organisasi perangkat daerah (OPD) terkait di jajaran Pemkab Berau.

Kepala Diskominfo Berau, Susila Harjaka mengungkapkan, lokakarya membangun tata kelola data ini bertujuan untuk menyampaikan konsep data terpusat dan berbagi pakai data lintas OPD. Menyampaikan dan membahas gagasan mengenai pengelolaan data yang pada tahap awal akan difokuskan kepada pendataan penggunaan lahan dan perkebunan di Kabupaten Berau.

Untuk selanjutnya, akan dilakukan untuk pendataan pada semua bidang. Pemerintah Kabupaten Berau mendapat dukungan dari GIZ Jerman dalam rangka mendukung kebijakan satu data satu peta atau one data one map.

“Terlebih dahulu bidang perkebuan dan kedepan kita berharap bisa ke semua bidang lainnya,” ungkapnya.

Bupati Berau Muharram, dalam sambutannya menyambut baik gelaran lokakarya yang didukung GIZ Jerman dalam rangka mendukung kebijakan one data one map di Kabupaten Berau. Di mana data ditegaskan Muharram, sangat penting dengan pengajian data terpusat dan harus dikelola dengan baik serta profesional.

Sehingga dengan dukungan GIZ dalam melakukan pengelolaan data dan menyajikan one data one map sangat memberikan manfaat bagi Kabupaten Berau. “Saya sangat  bersyukur dan berterima kasih kepada teman-teman yang menggagas ide briliant dalam mengelola data ini dan diharapkan program ini dapat berjalan dengan baik, menyajikan data yang benar-benar akurat,” jelasnya.

Kabupaten Berau diakui Muharram, masih terkendala dalam menyajikan peta, khususnya batas antar kampung yang masih belum tuntas. Bahkan sebagai kepala daerah, Bupati Muharram telah menegaskan untuk membahas langsung bersama pihak terkait dan menetapkan batas kampung. Pasalnya batas kampung ini menurutnya sangat penting. Dengan program ini diharapkannya juga turut membantu pemerintah daerah dalam penyelesaian penetapan batas kampung.

“Dengan program ini kami berharap juga nanti akan bisa membantu teman-teman di bagian perbatasan wilayah, harapan saya ini membantu,” tegasnya.(hms/app)