Detail Berita

Kredit Usaha Rakyat Akhirnya Diluncurkan

Dibuat pada 16 May, 2018, terakhir di modifikasi 16 May, 2018

Kredit Usaha Rakyat Akhirnya Diluncurkan
Kredit Usaha Rakyat Akhirnya Diluncurkan

PROKAL.COTANJUNG REDEB – Bankaltimtara meluncurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) khusus bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), Selasa (15/5) di Ballroom Cantika Swara. Jalan Gunung Panjang, Tanjung Redeb.

Peluncuran KUR tersebut dilakukan Bupati Berau Muharram didampingi Direktur Utama Bankaltimtara Zainuddin Fanani, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kaltim Dwi Arianto, serta Asisten II Sekretariat Pemprov Kaltim, Iwan.

Peluncuran KUR ini merupakan kontribusi Bankaltimtara dalam membantu pembangunan daerah. KUR yang akan disalurkan diharapkan bisa menumbuhkan perekonomian masyarakat melalui kegiatan usaha masyarakat. Selain itu, KUR ini juga bakal merangsang pelaku usaha untuk mengembangkan usahanya menjadi lebih besar. KUR yang disalurkan merupakan KUR Ritel dan Mikro.

Direktur Utama Bankaltimtara, Zainuddin Fanani mengatakan tahun ini Bankaltimtara telah menganggarkan KUR kepada pelaku UMKM senilai Rp 550 miliar, sementara khusus untuk Kabupaten Berau, KUR dialokasikan Rp 55 miliar. Menurutnya, peluncuran KUR akan membantu para pelaku UMKM mengembangkan usahanya.

“Ya kita harapkan ini akan mendorong perekonomian masyarakat. Karena KUR yang diberikan sangat mudah, cepat dan aman serta bunga yang cukup kecil yaitu 7 persen. Tidak hanya kepada pelaku usaha yang telah menjalankan bisnisnya, tapi kita harapkan KUR ini bisa menjadi rangsangan bagi masyarakat yang ingin memulai usaha,” katanya.

Sementara, Asisten II Setprov Kaltim, Iwan menyampaikan kredit yang disalurkan merupakan bentuk perhatian perbankan dalam mendukung pembangunan daerah. Tentu ia sangat mengapresiasi program ini. “Penyaluran ini akan memacu pertumbuhan ekonomi masyarakat yang diharapkan bisa mengurangi angka kemiskinan dan pengangguran,” katanya.

Bupati Berau Muharram juga mengatakan program KUR merupakan bentuk pendekatan perbankan kepada masyarakat. Dimana, selama ini diakuinya, masyarakat sering kesulitan mengakses perbankan. Hal inilah yang terkadang membuat masyarakat yang ingin menjalankan usaha terbentur khususnya dalam meminjam modal di bank.

“Ini menjadi jembatan bagi masyarakat yang ingin berusaha maupun yang telah menjalankan usahanya sehingga bisa berkembang lagi,” jelas bupati.(hms5/asa)