Detail Berita

Antisipasi Kelangkaan Elpiji, Pemkab Gelar Operasi Pasar

Dibuat pada 15 May, 2018, terakhir di modifikasi 15 May, 2018

Antisipasi Kelangkaan Elpiji, Pemkab Gelar Operasi Pasar
Antisipasi Kelangkaan Elpiji, Pemkab Gelar Operasi Pasar

PROKAL.COTANJUNG REDEB – Guna mengendalikan lonjakan harga dan memberikan kemudahan kepada masyarakat, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau sejak beberapa hari lalu telah menggelar Operasi Pasar khususnya elpiji 3 kilogram (kg).

Operasi Pasar digelar di sejumlah titik di beberapa kecamatan. Sebanyak 3 ribu elpiji siap didistribusikan dengan harga jual pangkalan sesuai ketetapan. Operasi Pasar yang digelar di wilayah Tanjung Redeb, elpiji 3 kg dijual dengan harga pangkalan Rp 22.500.

Penjualan tabung elpiji 3 kg melalui Operasi Pasar, kata Kepala Bagian Perekonomia Setkab Berau, Rabiatul Islamiyah, dikhususkan kepada keluarga kurang mampu, pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) berpenghasilan di bawah Rp 1,5 juta per bulan, korban pemutusan hubungan kerja (PHK), maupun transmigran.

Setiap masyarakat yang membeli juga harus membawa identitas diri seperti kartu keluarga (KK) maupun masyarakat yang telah memegang Kartu Berau Sejahtera (KBS), sebagai kontrol bahwa penjualan elpiji 3 kg tepat sasaran.

“Jadi target kita kepada empat ini, seperti transmigran itu kan ada yang mampu ada yang kurang mampu. Kita fokus membantu yang kurang mampu,” jelasnya.

Selain itu, Rabiatul mengatakan pihaknya juga lebih menekankan kesadaran masyarakat yang tidak berhak menggunakan elpiji 3 kg agar benar-benar tidak menggunakannya, karena elpiji tersebut diperuntukkan bagi keluarga kurang mampu dan pelaku UMKM yang berpenghasilan di bawah Rp 1,5 juta per bulan.

“Kita perketat dengan berbagai persyaratan seperti harus menunjukkan KTP maupun KK atau KBS,” ungkapnya.

Dari 3 ribu tabung elpiji 3 kg yang disiapkan dalam operasi pasar tersebut, Rabiatul menjelaskan bahwa baru sekitar seribu tabung lebih telah terjual. Kelebihan itu dikembalikan ke pangkalan untuk selanjutnya dipasarkan sesuai harga pangkalan. Namun saat kembali terjadi kelangkaan, pihaknya akan kembali menggelar Pasar Murah. “Kita akan lakukan terus, memang tidak setiap hari atau setiap minggu, tapi secara kontinyu menggelar operasi pasar,” tegasnya.

Pemkab Berau, lanjut dia, terus mengusulkan penambahan kuota tabung elpiji 3 kg. Saat ini suplai elpiji 3 kg untuk Berau berkisar 1,9 juta tabung dan telah diusulkan penambahan menjadi 2,5 juta tabung per tahun. “Kita sudah usulkan penambahan kuota LPG,” ujarnya. (hms4/asa)