Detail Berita

Berau Dapat Jatah 373 Unit, Masuk Program Pembangunan 1 Juta Rumah

Dibuat pada 13 March, 2018, terakhir di modifikasi 13 March, 2018

Berau Dapat Jatah 373 Unit, Masuk Program Pembangunan 1 Juta Rumah
Berau Dapat Jatah 373 Unit, Masuk Program Pembangunan 1 Juta Rumah

PROKAL.COTANJUNG REDEB – Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sedang memprogramkan pembangunan 1 juta rumah di seluruh Indonesia. Program ini untuk mengurangi kekurangan suplai rumah (backlog) yang terjadi saat ini.

Dalam program tersebut, Kabupaten Berau mendapatkan jatah 373 unit rumah. Pembangunan ini dilakukan di Kecamatan Talisayan yang masuk dalam Kompleks Sultan Grand Talisayan. Sebanyak 373 unit rumah akan dibangun, 321 di antaranya merupakan rumah dengan type 36 dan 52 ruko (rumah toko).

Pembangunan tersebut sudah dimulai, setelah sebelumnya dilakukan peletakan batu pertama atau groundbreaking oleh Bupati Berau Muharram pada beberapa waktu lalu.

Komisaris Sultan Grand Talisayan, Sureda Rahma mengatakan, pembangunan rumah ini akan diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu. Adapun persyaratannya, harus mencantumkan KTP dan KK serta berpenghasilan di bawah Rp 4 juta per bulan.

“Jadi pemerintah memberikan subsidi kepada masyarakat golongan menengah ke bawah yang berpenghasilan rendah. Target yang ingin dicapai adalah pemenuhan rumah bagi masyarakat,” jelasnya.

Sureda mengakui bahwa minat masyarakat di Berau sangat tinggi. Sebelum pembangunan dilakukan sudah banyak yang mendaftarkan diri. “Kita apresiasi bahwa minat masyarakat di sini sangat tinggi. Yang jelas akan dilihat seluruh persyaratan yang mendaftar,” katanya.

Bupati Berau Muharram mengungkapkan bahwa pembangunan rumah tersebut sangat membantu pemerintah daerah dalam mengurangi angka kemiskinan. Dengan adanya program tersebut sudah tentu berdampak baik bagi masyarakat khususnya masyarakat kurang mampu untuk mendapatkan rumah dari pemerintah.

Tentu dengan adanya bantuan subsidi perumahan ini, sangat membantu masyarakat khususnya yang berpenghasilan rendah untuk fokus memenuhi kebutuhan yang lain. Untuk mendapatkan rumah ini nantinya, masyarakat cukup menyediakan uang muka Rp 7 juta dengan angsuran Rp 1 juta per bulan.(hms5/asa)