Detail Berita

Tantangan Pengembangan Pertanian Masih Tinggi

Dibuat pada 13 March, 2018, terakhir di modifikasi 13 March, 2018

Tantangan Pengembangan Pertanian Masih Tinggi
Tantangan Pengembangan Pertanian Masih Tinggi

PROKAL.COTANJUNG REDEB – Sektor pertanian merupakan sektor potensial yang masuk dalam program prioritas pemerintah daerah. Namun dalam pengembangan sektor ini cukup banyak tantangan yang dihadapi, mulai dari sumber daya manusia (SDM), hingga lahan potensial.

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Dispertan) Berau, Suparno Kasim mengatakan masih banyak tantangan yang dihadapi pemerintah dalam mengembangkan pertanian di daerah ini. Meskipun potensi pertanian masih sangat besar di Bumi Batiwakkal, tapi persoalan yang dihadapi ini harus diselesaikan satu per satu sejak sekarang. Target akhir yang akan dicapai adalah kemandirian pertanian serta peningkatan kesejahteraan petani.

Suparno menjelaskan, tantangan yang saat ini masih terjadi di antaranya, kondisi keasaman setiap lahan. Dengan posisi lahan di Berau yang sebagian besar merupakan lahan gambut dan rawa, tentu memengaruhi keasaman lahan. Ini menjadi salah satu tantangan yang dihadapi dalam pengembangan pertanian.

Di mana, lanjut Suparno, setiap pembukaan lahan pertanian harus dibersihkan terlebih dahulu keasaman lahan tersebut melalui berbagai pengolahan. “Dari sisi waktu tentu ini menjadi kurang efisien,” katanya.

Masalah lainnya yang sampai saat ini terjadi adalah persoalan jaringan irigasi pertanian yang masih sangat minim. Selain itu, pengunaan alat pertanian yang terbatas juga menjadi bagian dari persoalan pengembangan. Di mana, masih banyak petani yang belum memiliki keterampilan mengoperasikan sejumlah alat pertanian yang ada. Begitu juga kebutuhan alat masih sangat kurang.

“Ke depan akan dimaksimalkan lagi SDM petani kita,” tegasnya.

Suparno juga menyampaikan, kualitas dari hasi pertanian juga belum merata. Masih ada beberapa hasil pertanian yang kualitasnya di bawah rata-rata. Tentu dengan hasil ini tidak bisa menyaingi produk-produk luar yang memiliki kualitas tinggi.

“Kita belum bisa bersaing secara komersil, sehingga masih banyak produk luar seperti beras yang masuk ke Berau,” ungkapnya.

Persoalan regenerasi pertanian menjadi masalah utama. Tidak adanya regenerasi petani, padahal lahan yang tersedia sangat luas. Tentu hal ini tidak sebanding dengan tenaga yang ada dalam menggarap lahan pertanian yang ada.

Dikatakannya, meskipun masih banyak persoalan yang dihadapi, tentu pemerintah akan terus berupaya mengatasi permasalahan itu agar pengembangan pertanian ke depan dapat lebih maksimal.(hms5/asa)