Detail Berita

Tekan Angka Kekerasan Perempuan dan Anak

Dibuat pada 12 March, 2018, terakhir di modifikasi 12 March, 2018

Tekan Angka Kekerasan Perempuan dan Anak
Tekan Angka Kekerasan Perempuan dan Anak

PROKAL.COTANJUNG REDEB – Kekerasan terhadap perempuan dan anak merupakan permasalahan klasik yang masih saja terjadi hingga sekarang. Karena itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau terus berupaya menekan angka kasus ini setiap tahun. Seluruh pihak pun diajak ikut serta membantu menyelesaikan persoalan tersebut.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3) Berau, Rohaini mengatakan angka kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak masih sangat tinggi. Masalah ini menjadi pekerjaan rumah yang harus dituntaskan ke depan. Karenanya, Rohaini mengajak seluruh pihak bersama-sama dan intens mendukung pemerintah daerah dalam mengurangi kasus tersebut.

“Persoalan ini menjadi prioritas kita,” ujar Rohaini saat menghadiri Hari Ulang Tahun (HUT) ke-53 Pelayanan Kategorial Persekutuan Kaum Perempuan (PKP) GPIB Berau yang digelar 8 sampai 10 Maret lalu.

Lebih lanjut Rohaini mengatakan dalam pengawasan ini, pemerintah daerah perlu mendapat bantuan, termasuk dari organisasi perempuan di Berau. Karena itu, ia mengajak seluruh organisasi perempuan aktif dan mendaftarkan organisasinya kepada pemerintah daerah.

Dalam mengurangi kasus kekerasan perempuan dan anak, DPPKBP3 telah membentuk pusat pelayanan terpadu pemberdayaan perempuan dan anak (P2TP2A) di setiap kecamatan yang menjadi wadah dan perpanjangan tangan pemerintah untuk mengurangi angka kekerasan.

“Menurunnya kasus kekerasan merupakan indikator bahwa pemerintah telah sukses menjalankan program ini. Hasil dari program inilah yang ingin kita capai,” harap Rohaini.

Diungkapkannya, selama ini masih banyak korban yang tertutup jika mengalami kekerasan. Rasa malu menjadi faktor utama untuk melaporkan kekerasan yang menimpanya. Rohaini menegaskan, pemerintah daerah tentu akan memberikan perlindungan kepada para korban. “Terbuka saja, karena ini untuk kebaikan bersama,” jelasnya.

Bupati Berau Muharram yang diwakili Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Achmad Ismail juga mengatakan peran perempuan sudah setara dengan laki-laki. Perempuan juga mempunyai peluang yang sama untuk mengembangkan diri. Bahkan dewasa ini cukup banyak perempuan yang menduduki jabatan strategis baik di pemerintahan maupun swasta.

“Hal ini menunjukkan bahwa kualitas dan SDM perempuan semakin meningkat dan perannya tentu semakin diperhitungkan,” katanya.

Tentu dengan peningkatan ini, permasalahan kekerasan terhadap perempuan dan anak harus dihilangkan.

“Pelkat PKP GPIB menjadi wadah sekaligus proses mencapai visi dan misi yang sama,” pungkas Ismail.(hms5/asa)