Detail Berita

Potensi Pertanian Capai 93 Ribu Hektare

Dibuat pada 14 February, 2018, terakhir di modifikasi 14 February, 2018

Potensi Pertanian Capai 93 Ribu Hektare
Potensi Pertanian Capai 93 Ribu Hektare

PROKAL.COTANJUNG REDEB – Pemerintah Kabupaten Berau terus menggali sektor-sektor potensial dalam mendukung pembangunan daerah. Salah satunya potensi sektor pertanian. Sektor ini memiliki potensi yang sangat besar untuk dikembangkan dalam mendukung pendapatan daerah yang selama ini masih bergantung pada sektor tambang dan perkebunan.

Berau memiliki lahan potensial pertanian yang mencapai 93 ribu hektare. Dari data Dinas Pertanian dan Peternakan (Dispertan) Berau, lahan seluas 93 ribu hektare ini dibagi menjadi dua, lahan basah seluas 32.375 hektare dan lahan kering seluas 60.625 hektare. Lahan tersebut belum termanfaatkan dengan maksimal. Di mana, saat ini ada empat komoditas utama yang mengisi lahan-lahan potensial tersebut. Di antaranya, padi sawah, padi ladang, jagung dan kedelai, dengan luas tanam yang belum signifikan.

Pada 2017 lalu, komoditas padi sawah hanya mencapai 3.999 hektare dengan produksi 19.432 ton, padi ladang luas tanam 5.786 hektare dengan produksi mencapai 12.747 ton, kedelai luas tanam 81 hektare dengan produksi 352 ton. Sementara untuk komoditas jagung cukup besar, dengan luas tanam 4.062 hektar mampu menghasilkan produksi mencapai 36.480 ton. Dengan produksi yang sangat besar ini, Berau pun menjadi salah satu penyumbang terbesar di Kalimantan Timur untuk komoditas jagung dan mendapat prioritas dari pemerintah Provinsi Kaltim.

Kepala Dispertan Berau, Suparmo Kasim menjelaskan, hingga saat ini, jumlah petani yang mengelola seluruh komoditas pertanian ini mencapai 12.007 dengan 597 kelompok tani. Dengan dukungan alat mesin pertanian, hand traktor 130 unit, traktor roda 4 18 unit, alat tanam padi 98 unit, alat panen padi 56 unit, gilingan padi 17 unit dan perontok jagung mencapai 42 unit.

“Pemerintah juga telah menyalurkan pupuk bersubsidi pada tahun 2017 lalu. Untuk pupuk urea mencapai 1.410 ton, SP-36 120 ton, ZA mencapai 128 ton, NPK emcnapai 3760 ton dan organik 32 ton,” ungkapnya.

Saat ini, pemerintah masih fokus dalam pengembangan jagung. Dimana dalam tiga tahun terakhir terjadi peningkatan signifikan pada komoditas ini. Disampaikan Suparno Kasim, pada tahun 2015 lalu produksi pertanian hanya 4.555 ton, meningkat di tahun 2016 dengan 15.460 ton dan melonjak kembali pada tahun 2017 dengan 36.480 ton.(hms5/asa)