Detail Berita

Lanjutkan Program Patriot Negeri

Dibuat pada 12 February, 2018, terakhir di modifikasi 12 February, 2018

Lanjutkan Program Patriot Negeri
Lanjutkan Program Patriot Negeri

PROKAL.COTANJUNG REDEB – Pada 12 Februari hari ini, program kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Berau dengan Institut Bisnis dan Ekonomi Kerakyatan (IBEKA) yang dinamakan Patriot Negeri (Patri) berakhir. Pemerintah daerah berencana ingin melanjutkan program yang telah berjalan satu tahun ini.

Dari hasil evaluasi yang dilakukan, program ini berjalan dengan sangat maksimal. Pada pelaksanaannya, ada 50 kampung yang mendapat pembinaan dari Patri, baik itu dalam membantu program pembangunan maupun memaksimalkan potensi yang ada di kampung.

Dalam pelaksanaannya, para sarjana lulusan dari berbagai perguruan tinggi yang tergabung dalam Patri ini mengabdikan diri berdampingan dengan pemerintah kampung dalam pemberdayaan masyarakat dan menggali potensi kampung. Di antaranya pemetaan kampung secara umum, baik pemetaan kondisi infrastruktur maupun ekonomi masyarakat. Melalui pemetaan yang dilakukan, diketahui kekurangan di setiap kampung yang patut untuk mendapat perhatian.

Hasil dari pendataan ini pun telah dipaparkan kepada pemerintah daerah. Di mana data ini sangat penting tidak hanya bagi pemerintah kampung namun juga bagi pemerintah kabupaten dalam menyusun kebijakan pembangunan.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK), Ilyas Natsir mengatakan, banyak keuntungan yang telah didapat pemerintah daerah melalui program ini. Tentu program ini diharapkan bisa dijalankan terus.

“Kita saat ini masih melakukan evaluasi, yang pasti program ini harus dilanjutkan terus,” katanya.

Ilyas menjelaskan, sesuai dengan arahan dari kepala daerah, jika program ini dilanjutkan, harus mencakup seluruh kampung. Mengingat pada pelaksanaan sebelumnya, hanya 50 kampung saja yang mendapat pembinaan. Padahal program ini merupakan langkah penting khususnya dalam membantu aparatur kampung menjalankan program pembangunan.

Dari hasil diskusi awal dengan bupati dan wakil bupati, Ilyas mengatakan, program ini harus dijalankan terus namun dalam pelaksanaannya melibatkan masyarakat setempat yang merupakan sarjana lokal. Melalui pemberdayaan masyarakat setempat ini diharapkan bisa memaksimalkan lagi program tersebut.

“Kemungkinan kita melibatkan orang lokal. Kecuali tidak ada orang lokal, bisa saja diambil dari luar, tapi harus mau tinggal di kampung. Nanti akan diberikan pelatihan untuk menggali potensi yang di kampung serta membantu aparatur kampung menjalankan pemerintahan,” pungkasnya. (hms5/app)