Detail Berita

Maksimalkan PAD Sektor Perikanan

Dibuat pada 12 February, 2018, terakhir di modifikasi 12 February, 2018

Maksimalkan PAD Sektor Perikanan
Maksimalkan PAD Sektor Perikanan

PROKAL.COTANJUNG REDEB – Perikanan di Kabupaten Berau menjadi salah satu sektor yang akan digenjot dalam memaksimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Di mana sektor ini menjadi salah sektor yang memiliki potensi sangat besar dalam mendukung PAD selain tambang dan pariwisata.

Langkah yang akan dilakukan Dinas Perikanan dalam menggenjot PAD di sektor ini adalah memaksimalkan potensi Tempat Pendaratan Ikan (TPI) di Sambaliung. Di mana sejauh ini PAD yang dihasilkan melalui TPI ini dinilai masih belum maksimal.

Disampaikan Kepala Dinas Perikanan Berau, Fuadi, PAD yang dikumpulkan dari TPI Sambaliung mencapai Rp 270 juta. Menurutnya, angka ini masih bisa dimaksimalkan lagi jika pengiriman ikan ke luar bisa membayarkan retribusi produksi melalui TPI ini. Ia menegaskan, pihaknya akan melakukan langkah bertahap untuk meningkatkan lagi PAD di TPI ini.

Fuadi mengatakan, langkah yang akan dilakukan dalam memaksimalkan PAD ini, dengan merangkul dan memberikan sosialisasi kembali kepada seluruh pengusaha yang ada. Di mana pengiriman ikan harus melalui TPI ini dalam pembayaran retribusinya. Menurutnya, PAD yang bisa dikumpulkan jika hal ini bisa berjalan maksimal adalah sebesar Rp 500 juta.

“Ini merupakan program kita kedepan. Karena potensinya masih sangat besar. Apalagi sebagian besar kewenangan kita sudah ditarik ke provinsi, jadi kita harus bisa memaksimalkan PAD dari sektor-sektor yang ada,” jelasnya.

Pihaknya juga akan melakukan pegawasan hingga seluruh kampung-kampung. Di mana saat ini kendala yang dihadapi dalam memaksimalkan retribusi produksi ini adalah kondisi geografis yang ada di Bumi Batiwakkal. Pihaknya sering kesulitan dalam pengawasan, sehingga masih ada pengusaha yang tidak melalui TPI dalam pengiriman ikan ini. “Posisi kampung-kampung kita kan berjauhan dan terlalu luas, ini persoalan kita juga. Pengusaha ini juga belum sadar seluruhnya. Padahal (retribusi) ini menjadi kewajiban yang harus dipenuhi dalam pengiriman ikan. Yah bertahap akan kita perbaiki,” katanya.

Sementara Bupati Muharram mengatakan, pengelolaan TPI ini masih perlu dimaksimalkan lagi dalam mendukung PAD dari sektor perikanan. Dimana angka yang ada saat ini menurutnya masih sangat kecil. Ia pun mengharapkan agar pengelolaan TPI ini menjadi salah satu prioritas dari Dinas Perikanan. “Tentu ini menjadi harapkan kita semua, dalam mendorong seluruh sektor yang bisa menghasilkan PAD,” pungkasnya. (hms5/app)