Detail Berita

Banjir Permintaan, Dihargai Rp 40 Ribu Per Kg

Dibuat pada 5 December, 2017, terakhir di modifikasi 5 December, 2017

Banjir Permintaan, Dihargai Rp 40 Ribu Per Kg
Banjir Permintaan, Dihargai Rp 40 Ribu Per Kg

PROKAL.COTANJUNG REDEB - Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kampung Sidobangen, Kecamatan Kelay, tengah mengembangkan budidaya jamur tiram. Ini merupakan program dalam membantu pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui program kegiatan pangan dan sayur-mayur.

Wakil Ketua TP-PKK Kampung Sidobangen, Rina Natalia, mengatakan program ini menjadi upaya pihaknya memanfaatkan potensi yang ada. Ia pun berharap program ini mendapat dukungan dan perhatian serta kerja sama dari instansi terkait. Diperlukan pembinaan lebih lanjut kepada petani budidaya jamur tiram untuk pengembangan ke depan.

Menurutnya, potensi budidaya jamur tiram di Sidobangen sangat besar. Tentu jika program ini bisa berjalan lebih bagus, maka dapat mendongkrak perekonomian masyarakat, sekaligus menciptakan lapangan pekerjaan baru.

Meskipun saat ini telah cukup mandiri dalam pengembangan budidaya jamur tiram, namun dukungan dari pemerintah melalui dinas terkait masih sangat diperlukan.

“Tingginya permintaan pasar dan mudahnya proses budidaya jamur tiram menjadi salah satu alasan mengapa jenis jamur ini lebih sering dibudidayakan masyarakat dibandingkan jenis jamur lainnya, apalagi nilai jual cukup tinggi,” ungkapnya.

Kesempatan ini tak dilewatkan TP-PKK Kampung Sidobangen ikut serta dalam membina dan membudidayakan jamur tiram, bahkan hingga akhir tahun ini, tim pengelola jamur tiram ini sudah melakukan dua kali penanaman. Tahap awal penanaman jamur tiram, TP-PKK hanya menanam 600 bibit dan mampu menghasilkan 50 kilogram dengan harga jual Rp 40 ribu per kilogram (Kg).

“Walaupun masih tahap awal, tapi tingginya permintaan membuat penanaman tahap kedua kami tingkatkan dari 600 bibit menjadi 5.000 bibit yang ditargetkan mampu menghasilkan jamur tiram sebanyak 1 ton sekali panen,” jelasnya.

Lebih lanjut, Rina menjelaskan banyak manfaat yang didapat dari budidaya jamur tiram ini, selain berkhasiat mengobati berbagai penyakit, juga dapat menurunkan kolesterol.

“Harapan kami ke depan, usaha budidaya jamur tiram ini dapat mengurangi pengangguran di Kampung Sidobangen. Sesuai program TP-PKK menciptakan kesejahteraan keluarga dan membantu pemerintah mengurangi angka kemiskinan,” harapnya. (hms5/asa)