Detail Berita

Bercita-cita Membuka Butik Tenun Pertama di Berau

Dibuat pada 14 September, 2017, terakhir di modifikasi 14 September, 2017

DUTA BERAU
DUTA BERAU
Elisa Diaz mengenakan baju yang dijahitnya sendiri yang dipersiapkan untuk mengikuti pameran Dekranasda di Jakarta nanti.

PROKAL.COHobinya membaca dan olahraga, tetapi keahliannya justru mengarah pada kerajinan. Dari keahliannya itu, Tulus Saniati Elisa Diaz, pelajar SMK 1 Berau ini diberi amanah untuk mewakili Berau pada pameran Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) Pusat di Jakarta Convention Center, akhir September nanti.

 

EKA RUSDIANA, Sambaliung

 

NAIK kapal terbang, keinginan sederhana yang biasa diungkapkan anak kecil saat berlarian mengejar pesawat yang kebetulan melintas di atas rumah. Itu juga yang ada pada benak Elisa Diaz, anak dari pasangan Arif Nong dan Armianti ini. Dan sebentar lagi keinginan itu akan terwujud.

Sama seperti sang ibu, Elisa juga pandai menenun. Hasil kain tenun pertamanya memang masih belum begitu rapi, tetapi sudah cukup baik untuk pemula.

Pelajar 16 tahun berkulit sawo matang ini memang gemar membuat segala macam kerajinan. Mulai membuat pernak-pernik, sampai membuat baju untuk dikenakannya sendiri.

“Tidak mengangka kalau bakal dibawa ke Jakarta,” ujar Elisa, saat ditemui di kediamannya, Jalan Mangkubumi, Sambaliung, Selasa (12/9).

Pada Mei 2015 lalu semuanya bermula. Ketika Dekranasda mengundangnya untuk datang pada acara Berau Kreatif  Workshop, hingga akhirnya Elisa dipilih langsung oleh pengurus Dekranas pusat bersama 5 orang lainnya, untuk mewakili Bumi Batiwakkal dalam Rakernas dan Pameran Dekranasda di Jakarta Convention Center pada 27 September hingga 1 Oktober mendatang.

“Awalnya itu kita diundang Dekranas pusat untuk pelatihan. Selanjutnya, Dekranas pusat yang datang ke sini. Sudah 5 kali kalau tidak salah,” ujarnya.

Malam tadi, dirinya bersama lima rekannya, diundang istri Bupati Berau, Sri Juniarsih Muharram untuk perkenalan.

“Beliau bilang, lebih suka regenerasi yang dimajukan, karena lebih mudah menerima masukan. Makanya kami dipilih,” ungkapnya.

Dari situ, Elisa makin membulatkan keinginannya untuk menjadi seorang desainer busana berbahan tenun.

“Belum ada kan di Berau yang punya butik sendiri dengan bahan buatan tangan sendiri? Apalagi yang bahannya tenunan,” tanyanya. “Saya ingin punya butik yang desainernya saya sendiri, kainnya saya yang tenun, saya juga yang jahit,” ujar gadis kelahiran 25 Mei 2001 ini.

Ia hanya berharap, apa yang digelutinya bisa menambah wawasannya dalam berkerajinan. Tidak lantas berhenti setelah memperoleh kesempatan baik seperti yang ia dapatkan saat ini.

“Pokoknya, yang terpenting semoga bisa tambah wawasan saya, pengetahuan saya, semangat saya. Karena ini sudah jadi cita-cita, saya tidak boleh berhenti begitu saja setelah ini,” pungkasnya. (udi)