Detail Berita

Selangkah Lagi, Pulau Maratua Ditetapkan sebagai KEK

Dibuat pada 12 September, 2017, terakhir di modifikasi 12 September, 2017

Selangkah Lagi, Pulau Maratua Ditetapkan sebagai KEK
Selangkah Lagi, Pulau Maratua Ditetapkan sebagai KEK

PROKAL.CO, TANJUNBG REDEB - Perjuangan Pemkab untuk memunculkan Pulau Maratua sebagai salah satu Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata akan segera terwujud.  Secara khusus, Kementerian Pariwisata melalui Tim Percepatan Pembentukan KEK Pariwisata melakukan pertemuan dengan Wabup Agus Tantomo bersama sejumlah investor yang berlangsung di Hotel Luminor, Kamis (7/9) di Jakarta.

Focus Group Discussion (FGD) tersebut, terbilang lengkap karena dihadiri seluruh tim percepatan dan beberapa kementerian terkait, di antaranya Kementerian Pekerjaan Umum serta Direktur Perencanaan Ruang Laut Kementerian Kelautan dan Perikanan maupun Kementerian Perekonomian.  Sehingga, relatif FGD tersebut mencakup seluruh aspek terkait pembentukan KEK.

Dalam penyampaian Wabup Agus Tantomo, bahwa saat ini beberapa investor yang bergabung dalam satu konsorsium berencana membangun resort dengan luasan lahan yang dimiliki lebih dari 150 hektare. Memang, karena kondisi pulau, sehingga seluruh perusahaan dalam konsorsium tersebut tidak dalam satu hamparan kawasan.”Kondisi alam memang seperti itu, dan lahan selaku pemilik adalah para investor wisata,”kata Wabup yang hadir bersama Kadisbudpar Mappasikra Mappaselleng.

Selain itu, berbagai fasilitas yang telah dibangun Pemkab dalam mendukung pembangunan sektor pariwisata, juga menjadi pendukung terbentuknya KEK.”Kita sudah bangun bandara maupun infrastruktur lainnya seperti pelabuhan dan jalan yang menghubungkan empat kampung,”kata Agus Tantomo.

Maratua, kata Wabup, merupakan hub dari sejumlah pulau yang ada di sekitarnya.  Di Maratua, terdapat puluhan spot menyelam. Sementara pulau lainnya seperti Kakaban dan Sangalaki yang jaraknya berdekatan, adalah salah satu daya tarik wisata yang menjadikan tujuan para wisatawan untuk datang menyelam.”Secara persyaratan lokasi, di luar satu hamparan kawasan, maka Maratua memenuhi syarat,”tegasnya.

Sementara Azwir Malaon, selaku ketua Tim Percepatan Pembentukan KEK Pariwisata, menegaskan bahwa awalnya persoalan satu hamparan dan tidak satu hamparan merupakan bahan diskusi yang ketat.  Namun, dalam pertemuan itu diputuskan tidak mempersoalkan mengenai kawasan ataupun lokasi lahan yang terpisah. “Semua jelas, bahwa untuk lahan KEK Maratua sudah memenuhi syarat,”kata Azwir.

Selanjutnya, menurut Azwir, ada beberapa yang perlu dilakukan konsorsium sebelum penetapan sebagai KEK Maratua diterbitkan.”Anggota konsorsium perlu melakukan diskusi sambil melengkapi persyaratan administratif,”tegas Azwir.  Bila itu sudah dilakukan, maka konsorsium akan bertemu lagi dengan tim sebelum Pemkab bersama konsorsium melakukan presentasi dihadapan Menteri.”Kami inginnya cepat, sehingga 3 tahun ke depan progres pembangunan wisata bisa terealisasi,”tambahnya.

Satu hal penting yang disampaikan Azwir Malaon, bahwa dengan terbentuknya KEK Maratua, akan banyak perhatian pemerintah pusat ke kawasan tersebut.  Karenanya, konsorsium, menyebutkan hal apa saja atau insentif apa saja yang dibutuhkan dalam merealisasikan semua program yang akan dilaksanakan konsorsium, baik di saat proses pembangunan maupun pasca beroperasinya nanti.”Ini harus ditegaskan satu persatu keinginan anggota konsorsium tersebut,”tambahnya.