Detail Berita

Usai Diperiksa, Hewan Kurban Diberi Label Sehat

Dibuat pada 4 September, 2017, terakhir di modifikasi 4 September, 2017

Usai Diperiksa, Hewan Kurban Diberi Label Sehat
Usai Diperiksa, Hewan Kurban Diberi Label Sehat

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB - Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kabupaten Berau, membentuk tim untuk melakukan pengawasan dan pemantauan penjualan hewan kurban. Tidak hanya di perkotaan, namun pengawasan juga dilakukan hingga ke kecamatan di pesisir maupun pedalaman.

Tim melakukan pemeriksaan pada hewan-hewan kurban yang dipasarkan dan memberi label sehat kepada hewan yang memenuhi syarat sebagai hewan kurban.

Kepala Distanak Berau, Suparno Kasim, mengungkapkan sejak awal bulan tim Distanak telah turun ke lapangan untuk melakukan pemeriksaan. Sebelumnya Distanak juga telah mengumpulkan seluruh pengusaha penjualan kurban hingga pengurus masjid dan yayasan yang akan menyembelih hewan kurban. Sosialisasi diberikan untuk memberikan informasi terkait syarat-syarat hewan yang memenuhi kriteria sebagai hewan kurban maupun tata cara penyembelihan hewan kurban, sehingga daging kurban memenuhi kriteria daging yang aman, sehat, utuh dan halal (ASUH).

“Sudah dilakukan sosialisasi baik kepada penjagal maupun lembaga yang akan melaksanakan kurban, untuk diberi pembekalan baik dari Majelis Ulama Indonesia maupun dari Dinas Pertanian dan Peternakan,” jelasnya.

Meskipun telah memberikan sosialisasi, dijelaskan Suparno pemeriksaan ke lapangan juga tetap dilakukan. Tidak hanya ternak sapi atau kambing yang dilaporkan sebagai hewan kurban yang dilakukan pemeriksaan. Namun tim Distanak juga turun langsung ke tempat-tempat penjualan hewan kurban untuk diperiksa. Setelah dinyatakan sehat dan memenuhi syarat sebagai hewan kurban, petugas memberikan label halal. Hingga saat ini, disampaikannya sebanyak 404 ekor sapi yang telah diberi label halal dan sebanyak 160 ekor kambing juga telah berlabel halal.

“Tim masih berada di lapangan. Hari ini (kemarin, Red.) tim baru selesai melaksanakan pemeriksaan di Kecamatan Talisayan,” ungkapnya.

Pemenuhan hewan kurban di Kabupaten Berau disampaikan Suparno Kasim, juga rata-rata sudah berasal dari peternak di daerah. Hal ini seiring dengan terus tumbuh dan berkembangnya usaha peternakan yang dilakukan masyarakat di sentra-sentra peternakan. Populasi ternak, seperti dari di daerah ini juga terus bertambah bahkan per akhir Juli tahun ini populasi ternak sapi sudah mencapai 14.064 ekor, sementara pemotongan sapi setiap hari di rumah pemotongan hewan untuk kebutuhan konsumsi berkisar 6-7 ekor.

“Untuk pemenuhan hewan kurban rata-rata sudah bersumber dari peternak lokal, hanya beberapa pedagang yang masih mendatangkan dari luar daerah,” tandasnya.