Detail Berita

Terapkan Inovasi Teknologi Pertanian

Dibuat pada 9 August, 2017, terakhir di modifikasi 9 August, 2017

Terapkan Inovasi Teknologi Pertanian
Terapkan Inovasi Teknologi Pertanian

PROKAL.COTANJUNG REDEB - Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kabupaten Berau menggelar workshop demonstrasi plot tanaman pangan berbasis inovasi teknologi dalam rangka mencapai produktivitas yang maksimal. Workshop dibuka Bupati Berau Muharram, Selasa (8/8) kemarin.

Kepala Distanak Berau, Suparno Kasim, dalam sambutannya menyampaikan di Kabupaten Berau berdasarkan tata ruang luas lahan yang diperuntukkan lahan basah seluas kurang lebih 28 ribu hektare yang dimanfaatkan baru sekitar 19 persen. Sementara lahan kering sekitar 58 ribu hektare yang termanfaat lebih 36 persen. Dalam mendorong program upaya khusus (upsus) peningkatan produksi padi jagung dan kedelai (Pajale).

Kabupaten Berau disampaikan Suparno, untuk padi sawah ditarget seluas  13 ribu hektare dan jagung ditarget kurang lebih 7 ribu hektare, di mana jagung menjadi target tertinggi di Kalimantan Timur dan optimistis tercapai, sementara kedelai ditarget 1.800 hektare.

Selain itu, di Kabupaten Berau juga ditarget mengembangkan bawang merah dengan luas tanam 82 hektare. Meskipun realisasi saat ini masih kecil. “Namun dengan dukungan bantuan benih dari pemerintah pusat, target tanam bawang merah akan terpenuhi dan ini juga merupakan yang terbesar di Kaltim,” ungkapnya.

Dalam pengembangan pertanian, khususnya budidaya padi dijelaskan Suparno Kasim, masih terkendala pada masalah klasik, mulai dari keterbatasan sarana dan prasarana produksi maupun masih terbatasnya kemampuan dan keterampilan para petani. Produktivitas hasil pertanian saat ini masih rendah sehingga perlu terus ditingkatkan.

Melalui workshop diharapkannya, akan mampu meningkatkan produktivitas yang diharapkan.

Sementara Bupati Berau Muharram dalam arahanya, mengharapkan workshop yang dilaksanakan dalam rangka mendorong peningkatan produktivitas dapat diimplementasikan secara berkesinambungan. Sehingga tidak hanya terhenti pada workshop, akan tetapi ditindaklanjuti dalam berbagai program yang langsung kepada petani. Pemanfaatan teknologi pertanian menurutnya sudah harus diterapkan dalam mendorong pengembangan lahan pertanian potensial di Kabupaten Berau yang merupakan daerah agraris.

Masih rendahnya pemanfaatan lahan diakui Muharram, terkendala dengan sumber daya manusia (SDM) yang terbatas. Paradigma terhadap pertanian maupun peternakan hingga saat ini dikatakannya masih dianggap bukan level high class, bahkan masih dianggap sebagai orang bawahan. Padahal potensi sektor pertanian sangat menjanjikan.

Untuk itu, melakukan inovasi dan terobosan teknologi dalam sektor ini menurutnya sangat penting. “Sehingga generasi muda kita, anak-anak Berau akan merasa pertanian ini juga adalah bisnis yang menjanjikan dan suatu saat bisa menjadi yang membanggakan,” ucapnya.

Sehingganya, melalui workshop demplot berbasis inovasi teknologi yang digelar Distanak diharapkan Muharram akan memberikan dampak besar dalam kemajuan sektor pertanian. Bupati berharap ada percontohan kelompok tani sesuai dengan komoditi yang dibudidayakan. Dimana penyuluh pertanian yang membidangi setiap komoditi ini memberikan pendampingan yang sungguh-sungguh, sehingga nantinya setiap komoditi ada percontohan yang dapat ditiru petani lain.

“Jadi tidak perlu lahan milik dinas, tapi milik masyarakat yang dibina dan bisa menjadi contoh bagi petani lain,” tegasnya.

Jiwa enterprenur pada petani masa kini dikatakannya, harus ditanamkan dengan sentuhan sentuhan teknologi. Sehingga sektor pertanian akan terus berkembang dan akhirnya meningkatkan kesejahteraan petani. Pasalnya, tujuan dan target akhir dari program yang dilaksanakan adalah membuat masyarakat senang dan bahagia. (hms4/app)