Detail Berita

Bupati Bertemu Wamen ESDM, Ini yang Dibahas

Dibuat pada 17 July, 2017, terakhir di modifikasi 17 July, 2017

Bupati Bertemu Wamen ESDM, Ini yang Dibahas
Bupati Bertemu Wamen ESDM, Ini yang Dibahas

PROKAL.COTANJUNG REDEB - Rencana Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) dengan memanfaatkan derasnya arus sungai Kelay, menjadi salah satu pembahasan Bupati Berau Muharram, saat bertemu dengan Wakil Menteri (Wamen) Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arcandra Tahar, di acara rapat koordinasi pemerintah dan bank Indonesia, di Balikpapan, Jumat (14/7).

Kepada Wamen Arcandra Tahar, Bupati Muharram, menyampaikan potensi pembangunan PLTA di Bumi Batiwakkal yang cukup besar. Rencana tersebut disambut Wamen ESDM yang siap untuk melakukan pembahasan khusus bersama Kementerian ESDM dan pihak-pihak terkait. Wamen siap memfasilitasi lebih lanjut tentang rencana pembangunan PLTA di Kabupaten Berau. Bupati

 Muharram bahkan dijadwalkan khusus untuk pertemuan bersama Menteri ESDM, Ignasius Jonan. “Saya menyampaikan kaitan tentang rencana pembangunan PLTA di Kabupaten Berau dan Wamen merencanakan ada pertemuan khusus di Kementerian ESDM,” ungkap Bupati Muharram.

Pemenuhan energi listrik di Kabupaten Berau menjadi perhatian Bupati Berau Muharram dan Wakil Bupati Agus Tantomo. Terlebih pertumbuhan pembangunan yang semakin pesat dan permintaan energi listrik yang terus meningkat. Sementara kondisi pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) Lati berkapasitas 3x7 MW yang beroperasi saat ini sudah cukup tua. Upaya pengembangan PLTU ini juga menjadi langkah awal dalam upaya pemenuhan energi listrik jangka pendek dan menengah.

Dengan menggandeng investor, PLTU akan dibangun dengan kapasitas 2x50 MW. Pengembangan PLTU ini juga telah mendapat restu dari Gubernur Kalimantan Timur Awang Faroek Ishak. “Ini sudah dapat proses perizinan dan izin prinsip dari Gubernur juga sudah diberikan,” jelasnya.

Sementara untuk PLTA Kelay dengan kapasitas pembangkit yang cukup besar dijelaskan Muharram merupakan program jangka panjang dalam upaya pemenuhan energi listrik. Pasalnya, investasi dalam pembangunan PLTA cukup besar dan membutuhkan waktu yang cukup panjang mulai dari kesiapan lahan hingga pembangunan infrastruktur.

Namun dengan pembangunan PLTA di Kelay ini, ditegaskannya, akan semakin mendorong percepatan pembangunan di Bumi Batiwakkal. (hms4/app)