Detail Berita

KBS Segera Didistribusikan

Dibuat pada 17 July, 2017, terakhir di modifikasi 17 July, 2017

KBS Segera Didistribusikan
KBS Segera Didistribusikan

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB - Pemerintah Kabupaten Berau akan segera mendistribusikan Kartu Berau Sejahtera (KBS) kepada masyarakat yang berhak untuk menerima. KBS merupakan program prioritas dalam upaya memudahkan masyarakat kurang mampu, mengakses pelayanan dan bantuan dari pemerintah.

Memantapkan implementasi KBS, Kamis (13/7) kemarin, digelar rapat koordinasi organisasi perangkat daerah (OPD) terkait yang dipimpin Wakil Bupati Berau, Agus Tantomo bersama Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Jonie Marhansyah dan Kepala Dinas Sosial Berau Rohaini.

Wabup Agus Tantomo, menegaskan, KBS merupakan janji politiknya bersama Bupati Muharram ketika masa kampanye. Program ini, kata Agus merupakan salah satu upaya Pemkab Berau mengentaskan kemiskinan dengan delapan program utama, yakni jaminan kesehatan, beasiswa pendidikan, pelatihan wirausaha, pelatihan persiapan kerja, modal usaha tanpa bunga, jaminan administrasi kependudukan, bantuan langsung tunai bagi fakir miskin, yatim-piatu dan lansia terlantar hingga santunan kematian.

Agus Tantomo menyebutkan, program ini mestinya diberlakukan sejak Januari 2017 lalu, namun karena pendataan yang dinilai belum akurat, program ini belum terlaksana sepenuhnya. Beberapa program yang masuk dalam KBS sudah berjalan dan diterima masyarakat, seperti pemberian beasiswa, jaminan kesehatan, pendidikan, pelatihan kerja dan santunan kematian.

“Terlambat karena erat kaitanya dengan data penduduk miskin. Kita punya persoalan, data penduduk yang ada, sudah meninggal atau pindah tapi masih tercatat, Data penduduk miskinnya harus didata ulang. Karena ini kaitannya dengan anggaran dan distribusi bantuan,” ungkapnya.

Data jumlah penduduk tidak mampu, dikatakan Wabup, juga simpang-siur karena perbedaan standar kemiskinan yang diterapkan. Namun sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait telah melakukan sinkronisasi sehingga disepakati, jumlah penduduk tidak mampu di Kabupaten Berau mencapai 14.634 orang.

Akan tetapi, data ini bisa saja berubah sewaktu-waktu, tergantung kondisi keluarga tidak mampu yang dimaksud. Karena itu, Agus meminta, setiap OPD terkait melakukan verifikasi faktual, sehingga tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari. Pasalnya, dikatakan Agus ada dua kemungkinan reaksi masyarakat.

“Akan ada masyarakat yang merasa miskin tapi tidak masuk dalam daftar. Kedua, ada juga yang protes karena nama-nama yang masuk dalan kategori miskin tapi sebenarnya bukan kategori miskin,” jelasnya.

Bantuan melalui program KBS ini, ditegaskan Agus Tantomo hanya memiliki satu syarat. Penerima manfaat Kartu Berau Sejahtera ini, syaratnya masuk dalam kategori miskin. Jadi siapapun, warga Berau yang miskin harus dibantu.

Wabup juga menegaskan untuk tidak memberikan persyaratan yang begitu rumit untuk mereka yang memang berhak menerima KBS.