Detail Berita

Budidayakan Tanam Bawang dan Cabai

Dibuat pada 19 June, 2017, terakhir di modifikasi 19 June, 2017

Budidayakan Tanam Bawang dan Cabai
Budidayakan Tanam Bawang dan Cabai

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB - Pemerintah Kabupaten Berau bersama dengan Pemerintah Provinsi Kaltim menjalin kerja sama untuk terus memantau perkembangan harga bahan pokok setiap hari. Monitoring dan laporan dilakukan secara berjenjang untuk mengetahui harga kebutuhan pokok masyarakat, sehingga langkah-langkah dapat segera dilakukan saat terjadi lonjakan. Pemantauan harga tersebut, menurut Agus Tantomo, guna mengantisipasi lonjakan harga dan kelangkaan pasokan bahan pokok.

Wabup Agus Tantomo menilai, selama ini harga kebutuhan pokok relatif stabil, kecuali beberapa komoditas tertentu yang jika terjadi keterlambatan akan memicu kenaikan harga. “Saya tidak khawatir dengan pasokan beras. Yang jadi masalah ini seperti komoditas bawang dan cabai, kalau disimpan lama busuk. Tapi kalau sekali saja pasokannya terlambat, terjadi kenaikan harga,” ungkap Agus.

Pasokan bahan kebutuhan pokok seperti komoditas bawang dan cabai dipengaruhi dengan pasokan dari luar daerah. Seperti kenaikan bawang yang cukup signifikan beberapa waktu lalu, meskipun saat ini sudah mulai berangsur menurun. Naik turunnya harga tersebut sangat dipengaruhi oleh pasokan bawang putih dari luar daerah. Demikian pula dengan harga cabai yang sempat melonjak kini berangsur turun. Meski begitu, kenaikan harga cabai di Berau tidak terlalu drastis seperti di daerah lain. Pasalnya Berau juga menjadi daerah penghasil cabai. Demikian juga dengan harga bawang merah. Sebagai sentra penghasil cabai harga komoditas ini relatif stabil di pasaran. “Solusi jangka panjang, komoditas bawang dan cabai ini, memang harus ditanam di Berau,” tegas Agus.

Dengan membudidayakan bawang dan cabai di daerah diharapkan memberikan pengaruh terhadap tingkat kenaikan harga di pasaran. Pasalnya dengan menghasilkan sendiri, maka kebutuhan pokok ini tidak terpengaruh dengan pasokan dari luar daerah.

Dalam waktu dekat, TPID juga akan menggelar pertemuan dengan sejumlah pihak. Mulai pedagang, buruh pelabuhan dan DPRD Berau, untuk mengatasi tingginya harga barang yang didatangkan dari luar daerah. Menurut informasi dari sejumlah pedagang dan distributor, tarif jasa buruh bongkar barang di pelabuhan menyebabkan mahalnya harga barang. “Itu laporan dari pedagang, saya tidak mau menyimpulkan terlalu cepat. Nanti kami akan gelar pertemuan dengan semua pihak,” tegasnya.