Detail Berita

IPB Tunjukkan Kinerja Terbaik

Dibuat pada 15 June, 2017, terakhir di modifikasi 15 June, 2017

IPB Tunjukkan Kinerja Terbaik
IPB Tunjukkan Kinerja Terbaik

PROKAL.COTANJUNG REDEB - Sepanjang tahun 2016, PT Indo Pusaka Berau, perusahaan konsorsium yang salah satu pemegang sahamnya Pemerintah Kabupaten Berau, menunjukkan kinerja terbaik. Capaian kinerja tersebut disampaikan Direkrut Utama PT IPB Najemuddin dalam rapat umum pemegang saham yang dihadiri Bupati Berau Muharram, dan Direkrut Utama PT Indonesia Power Sripeni Inten Cahyani, di ruang rapat Suralaya Kantor PT Indonesia Power di Jakarta, Senin (12/6).

Dalam laporannya, Najemuddin menyampaikan, pada 2016, perseroan mencatat kinerja pembangkit yang sangat andal. Di mana pembangkit dapat mencapai kinerja EAF 97,98 persen, CF sebesar 82,98 persen dan EFOR sebesar 0,17 persen. Pencapaian penjualan listrik, disampaikan Najemuddin, juga mengalami peningkatan, bahkan mencatat penjualan listrik tertinggi selama ini. Tahun 2016 penjualan listrik mencapai 126.796.665 kWh, lebih tinggi 3 persen dari penjualan listrik tahun lalu sebesar 123.187.500 kWh.

“Kita meningkat dari sisi penjualan, sisi produksi dan efesiensi kita pertahankan sehingga laba meningkat. Deviden tahun 2016 juga meningkat, di mana 30 persen dari laba komprensif,” ungkapnya.

Dalam laporan evaluasi kinerja 2016, disampaikan Najemuddin, berdasarkan evaluasi kinerja yang dilakukan akuntan publik, PT IPB dengan hasil tingkat kesehatan perusahaan sehat kategori AA dengan nilai 81,09. Selain itu, dari pemeriksaan keuangan pada audit tahun 2016, PT IPB menerima opini wajar tanpa pengecualian (WTP). “Alhamdulillah kami bisa menunjukkan kinerja baik sepanjang tahun 2016,” jelasnya.

Rencana pengembangan pembangkit PT IPB juga menjadi bahasan di rapat umum pemegang saham. PT IPB akan mengembangkan 2x50 MW yang saat ini akan dibuat analisis dan evaluasi proyeknya yang nanti akan dilanjutkan ke depannya. Para pemegang saham dalam RUPS telah menyetujui pengembangan ini. “RUPS telah menyetujui pengembangan pembangkit 2x50 MW dan akan dibuat analisis serta evaluasi proyeknya,” tandasnya.

Sementara, Bupati Berau Muharram mengharapkan perusahaan yang saat ini mengelola PLTU Lati dengan kapasitas 3x7 MW diharapkan ke depan bisa lebih sukses. Termasuk terhadap biaya-biaya maupun pendapatan bisa ditingkatkan lebih baik.

Begitu juga dengan rencana masuknya investasi pengembangan pembangkit 2x50 MW diharapkan akan menambah kekuatan pasokan listrik melalui PLTU Lati. Gubernur Kaltim telah memberikan dukungan dan dalam proses pemberian izin prinsip untuk pembangunan PLTU ini. Sehingga diharapkan dukungan dari seluruh pihak termasuk dari manajemen PLN dalam hal power purchase agreement. “Untuk pengembangan, kita perlu donor baru. Saya sudah sampaikan ke gubernur dan akan segera diberikan izin prinsipnya,” tandasnya. (hms4/rus)