Detail Berita

Susi Air Terbang Perdana ke Pulau Maratua

Dibuat pada 13 June, 2017, terakhir di modifikasi 13 June, 2017

Susi Air Terbang Perdana ke Pulau Maratua
Susi Air Terbang Perdana ke Pulau Maratua

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB - Maskapai Susi Air yang melayani rute Maratua-Kalimarau-Maratua yang dijadwalkan Rabu (7/6) lalu, akhirnya mulai secara resmi terbang perdana pada Senin (12/6) kemarin. Selanjutnya penerbangan rutin dengan rute Tarakan-Maratua-Tanjung Redeb dan sebaliknya akan terbang setiap Rabu. Dari Tanjung Redeb akan terbang pukul 09.40 wita.

Penerbangan Susi Air dari Maratua kemarin disambut langsung Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kalimarau, Bambang Hartato beserta jajaran dan kembali langsung melepas penerbangan perdana dari Tanjung Redeb ke Maratua.

Kepala UPBU Kalimarau Bambang Hartato mengatakan, penerbangan perdana ini hanya diisi oleh sembilan penumpang. Kemungkinan karena masih banyak masyarakat yang belum mengetahui jika maskapai penerbangan perintis ini baru beroperasi kemarin. “Mungkin karena belum banyak orang yang tahu, apalagi kemarin memang sempat ada penundaan,” ungkapnya.

Karena penerbangan ini disubsidi oleh pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan, harga tiket pesawat ini juga relatif terjangkau. Penumpang cukup membayar tiket seharga Rp 275 ribu untuk sekali jalan. “Tapi karena penerbangan bersubsidi, kami mengutamakan masyarakat yang bermukim di Pulau Maratua dan sekitarnya,” jelasnya.

Penerbangan ini diprioritaskan bagi warga yang bermukim di pulau. Namun jika ada kursi yang kosong, bisa dimanfaatkan untuk wisatawan, tapi yang paling utama adalah masyarakat setempat. Dalam kesempatan itu, Bambang juga meminta agar manajemen Susi Air mematuhi jadwal penerbangan. Pasalnya, menurut mantan kepala Bandara Sentani, Papua, ini penerbangan perintis sangat tergantung terhadap komitmen menepati jadwal penerbangan. Bambang mengatakan, penumpang akan kebingungan jika tidak ada kepastian jadwal penerbangan. “Jumlah penumpang tidak akan terpenuhi (12 kursi) jika jadwalnya selalu berubah-ubah, mereka (penumpang) tidak tahu kapan berangkatnya,” tegasnya.

Sementara itu, District Manager Susi Air Tarakan Daniel, dalam penerbangan perdana kemarin mengatakan, penundaan penerbangan perdana yang mestinya dilakukan pada Rabu pekan lalu, karena pihaknya harus memrogram ulang operasional Susi Air. Daniel menambahkan, dalam waktu dekat, pihaknya akan menambah frekuensi penerbangan menjadi dua kali dalam sepekan.

“Untuk sementara ini hanya seminggu sekali, bulan depan akan kita tingkatkan dua kali dalam seminggu, tapi sifatnya situasional, tergantung jumlah penumpangnya,” tandasnya.