Detail Berita

2018, Bupati Optimistis Tambah Empat Panji

Dibuat pada 11 January, 2017, terakhir di modifikasi 11 January, 2017

BUAH KERJA KERAS
BUAH KERJA KERAS
Bupati Berau Muharram bersama jajaran SKPD berfoto bersama Gubernur Awang Faroek Ishak, di sela-sela perayaan HUT Kaltim, Senin (9/1).

PROKAL.COTANJUNG REDEB – Bupati Berau Muharram optimistis bisa menambah empat panji keberhasilan pembangunan dari Gubernur Kaltim, pada perayaan HUT Kaltim 2018 mendatang.

Muharram yang baru tiba di Berau usai menerima tujuh panji pembangunan di Samarinda, Senin (9/1) lalu, menyebut empat panji yang berpeluang didapatkan Berau, yakni panji bidang pengentasan kemiskinan, bidang Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda), bidang perdagangan dan bidang penanggulangan narkoba.

Khusus untuk panji bidang pengentasan kemiskinan, pihaknya sangat optimistis karena dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Berau 2017, pihaknya mengalokasikan dana untuk empat program unggulan pengentasan kemiskinan.

Seperti membangun dasar ekonomi masyarakat secara permanen yang dimulai dari perkampungan, peminjaman dana tanpa bunga untuk para pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM), pembangunan infrastruktur kampung dengan swakelola, Bantuan Langsung Tunai (BLT) untuk masyarakat fakir, miskin dan anak-anak terlantar, hingga peluncuran Kartu Berau Sejahtera (KBS).

“Dengan empat program itu, saya optimistis angka kemiskinan di sini (Berau, red) bisa teratasi,” ungkapnya kepada Berau Post, kemarin (10/1).

Terkait panji bidang perdagangan yang sebelumnya pernah didapat, juga diyakini bisa kembali diraih. Menurutnya, kegagalan mendapatkan kembali panji tersebut tahun karena belum tersedianya pelayanan tera ulang yang tahun ini pelaksanaannya baru diserahkan ke daerah.

“Untuk tera ulang itu kan lebih kepada belum adanya SDM (Sumber Daya Manusia) yang melakukan tera ulang. Nanti akan kita lihat, bila memungkinkan akan disiapkan pendukungnya,” ujarnya.

Walau demikian, Muharram kembali mengingatkan jika perolehan panji hanyalah bonus dari kinerja pemerintah. Hal utama yang wajib dilakukan ialah memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat.

“Ini jadi sarana motivasi, tapi bukan tujuan utamanya. Enggak ada gunanya dapat panji kalau pelayanan ke masyarakat enggak bagus,” pungkas Muharram. (sam/udi)