Detail Berita

Dapat Kucuran Rp 2 Milliar, Pasar Bangun Bakal Dibangun Permanen

Dibuat pada 11 January, 2017, terakhir di modifikasi 11 January, 2017

EKONOMI MASYARAKAT
EKONOMI MASYARAKAT
Pasar Senja Trans Bangun, Kecamatan Sambaliung, menjadi salah satu pasar tradisional yang menyediakan berbagai macam kebutuhan.

 Administrasi rencana pembangunan gedung Pasar Rakyat di Kampung Trans Bangun, Jalan Abimanyu RT 11 sudah mulai berjalan pada 2017. Dana dua milliar rupiah telah dianggarkan Kementerian Perdagangan (Kemendag) kepada Pemerintah Kabupaten Berau untuk pembangunan fisik gedung.

Kepala Bidang Pasar Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Berau Syamsuri melalui stafnya Ahmad Karmain mengatakan, ada beberapa pasar yang telah diajukan pembangunan gedung pasar pada 2015, hanya Pasar Rakyat bangun yang masuk kriteria Kemendag.

“Beberapa pasar itu antara lain di Kampung Merancang Ulu, Kampung Eka Sapta, Labanan dan Pasar Rakyat di Trans Bangun ini. Tapi yang disetujui dan diberikan dana oleh Kemendag hanya di Trans Bangun,” katanya kepada Berau Post, Senin (9/1) kemarin.

Awalnya, dana yang diminta dari Disperindagkop Berau kepada Kemendag sebesar tujuh milliar rupiah. Namun, dikarenakan adanya pemangkasan anggaran oleh pemerintah pusat, maka dana yang diberikan sebesar dua milliar rupiah.

“Rencana awalnya kalau tujuh milliar yang diberikan, akan dibangunkan satu gedung. Tapi karena anggaran yang diberikan dua milliar, kemungkinan desain gedungnya juga akan berubah,” ucapnya.

Ditambahkan Ahmad, dengan dibangunkannya gedung Pasar Rakyat di Kampung Trans Bangun, maka akan mewujudkan program pemerintah pusat yang ingin menghidupkan pasar tradisional di wilayah pinggiran.

“Dari data yang kami miliki, di Pasar Rakyat Trans Bangun itu ada sekitar 170 pedagang pada pertengahan 2016. Jadi, dengan jumlah segitu maka memang sudah layak dibangunkan gedung,” tuturnya.

“Terlebih yang saya ketahui, pasar itu selalu ramai karena dikunjungi masyarakat dari beberapa kecamatan, seperti  Tanjung Redeb dan sekitarnya. Karena harga sayur dan buah-buahannya agak murah dari pada pasar lainnya,” pungkasnya. (*/arp/app)