Detail Berita

Jaga Tradisi Leluhur, Jalin Persaudaraan

Dibuat pada 3 January, 2017, terakhir di modifikasi 3 January, 2017

Jaga Tradisi Leluhur, Jalin Persaudaraan
Jaga Tradisi Leluhur, Jalin Persaudaraan
PROKAL.COKELAY –  Masyarakat Kabupaten Berau memiliki ragam kebudayaan yang tersebar di seluruh kecamatan. Kebudayaan turun temurun ini terus dipertahankan dan kini menjadi bagian daya tarik pariwisata. Salah satu budaya yang masih dipertahankan hingga saat ini yakni tradisi Meja Panjang oleh masyarakat Kampung Merasa, Kecamatan Kelay.
Tradisi yang digelar rutin setiap tahun ini kembali dilaksanakan, Kamis (29/12) kemarin. Bupati Muharram yang hadir ditemani sang istri Sri Juniarsih Muharraam membuka secara resmi pesta adat tersebut, dengan memukul gong. Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD), serta para pejabat di jajaran Pemkab Berau, turut hadir dan berbaur bersama masyarakat dalam tradisi yang digelar tiap akhir tahun ini. 
Dalam sambutannya, Muharram mengatakan, filosofi pada pesta budaya meja panjang ini, mengajarkan banyak hal. Terutama untuk terus menjalin persaudaraan. Untuk itu, ia meminta kepada Camat Kelay, Kepala Kampung Merasa dan para ketua RT untuk bisa menjadi pemimpin yang bijak dan adil. Sehingga, persaudaran di tengah keberagaman masyarakat, bisa terus dipertahankan.
”Sehingga kita lebih bisa merasakan makna sesungguhnya dari pesta budaya selama ini. Selain juga mempertahankan tradisi para leluhur kita,” kata Muharram.
Menurutnya, pesta adat ini adalah aset milik Berau, terutama warga Kampung Merasa. Dengan kebudayaan tradisional yang masih dipertahankan hingga kini, menjadi bagian penting dalam perkembangan sektor pariwisata Berau. Terlebih dengan ditetapkannya 2016 sebagai tahun gebrakan pariwisata.
”Harus terus dipertahankan. Dan kepada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudapar) untuk menganggarkan di tahun depan agar pesta adat meja panjang ini bisa kembali terlaksana,” ujarnya.
Ia juga menyarankan agar kebudayaan tradisional seperti pesta adat meja panjang, dikemas lebih menarik. “Sehingga, tahun depan yang datang tidak hanya kita-kita saja. Tapi para wisatawan lokal dan mancanegara,” sambungnya.
Untuk itu, ia meminta kepada Disbudpar Berau membuat kalender pariwisata. Sehingga tanggal-tanggal penting seperti pesta kebudayaan, bisa diketahui oleh masyarakat dan wisatawan lokal maupun mancanegara. “Juga harus memulai budaya hidup bersih. Karena dengan menjaga kebersihan, maka akan meningkatkan citra Kampung Merasa sebagai salah satu objek wisata unggulan di Berau,” ucapnya.
Pada kesempatan ini, ia juga memberi pesan kepada warga Kampung Merasa untuk tidak putus sekolah. Dengan kemajuan dan perkembangan zaman, pendidikan menjadi faktor penting dalam peningkatan kesejahteraan. Ia juga mengimbau agar warga Kampung Merasa meningkatkan kemampuannya, agar tidak tertinggal dengan para pendatang. ” Kita jangan mau ketinggalan dengan pendatang. Bukan menolak pendatang, tapi mampu bersaing. Mari kita jadi tuan rumah yang berhasil,” ajak Muharram.
Peningkatan ekonomi di Kampung Merasa juga harus terus ditingkatkan. Melalui pengembangan sumber daya manusia dan memanfaatkan manfaatkan anggaran dana kampung (ADK) sekitar Rp 2 miliar tiap kampung, yang diberikan melalui anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD), harus mampu meningkatkan perekonomian kampung.
Menutup sambutannya, Muharram memberikan sebuah pantun, sebagai bentuk penghormatan kepada masyarakat di Kampung Merasa. “Jalan-jalan menuju Merasa, singgah sebentar di Labanan. Walau jauh namun, datang memenuhi undangan. Budaya Meja Panjang harus terus dilestarikan, agar leluhur tidak terlupakan,” pungkasnya.(*/zis/rio)